Jadi ingat iklan salah satu vitamin anak yang jadi jargon
"Bajuku dulu tak begini, tapi kini tak cukup lagi"
Gitu kali ya melihat pertumbuhan badan kami berdua.
Kalo aku, setiap orang yang kenal aku dan beberapa lama kita ngga nemu pada bilang "Mba gemukan. Lagi hamil ya?"
Amiiiiinnnn... Ya Robbal 'alamin. Aku aminkan saja.
Ucapan adalah do'a. Yang baik, Insya Allah diijabah oleh Allah SWT pada waktunya. Si abang, "Waah.. Mas Aji tambah subuuur," demi melihat badannya yang super drastis.
Perutnya aja keliatan ndut :)
Sebelum nikah baju M aja muat, sekarang (hmm..) XL bu... Extra Large!
Subhanallah...
perkembangan tubuh suamiku. Kalo dibilang tambah ndut ma orang-orang, dengan nyante dia bilang "istriku ngasih makan yang enak terus. jadi gini deh.."
Alhamdulillah.. abang tetap sehat. Itu yang penting.
Mungkin bukan kami aja yang ngalamin. Sebagian dari pasangan-pasangan setelah menikah mengalami yang namanya 'nambah ukuran baju'
ihiks..
Ga apa-apa, yang penting sehat wal'afiat.
Amin Allohumma Amin
Rabu, 18 Juli 2012
Senin, 18 Juni 2012
Jualan Batik
Alhamdulillah.. Wa Syukurilah, belajar jualan kecil-kecilan.
Memulainya ga mudah. Sampe sekarang berjalan 1 bulan lebih pun ga mudah. dari mulai dikejar-kejar yang mesen.
Dibalikin lagi tuh batiknya, ampe minta tuker padahal dah ditangannya berhari-hari.
Jadi pelajaran buat kita sebelum mereka pesan atau ambil di warning dulu kalo serius ga bisa dikembaliin.
rempong habisnya sampe kemarin batik numpuk karena pesenan pada minta tuker.
Tapi.. sabar. itu kunciny. Insya Allah, akan ada kebaikan di balik kejadian ini. pelajaran berharga. memulai suatu bisnis itu ga mudah.
perlu modal dan sabar. Semoga ini makin baik dan someday... pengen punya toko offline sendiri..Insya Allah
Memulainya ga mudah. Sampe sekarang berjalan 1 bulan lebih pun ga mudah. dari mulai dikejar-kejar yang mesen.
Dibalikin lagi tuh batiknya, ampe minta tuker padahal dah ditangannya berhari-hari.
Jadi pelajaran buat kita sebelum mereka pesan atau ambil di warning dulu kalo serius ga bisa dikembaliin.
rempong habisnya sampe kemarin batik numpuk karena pesenan pada minta tuker.
Tapi.. sabar. itu kunciny. Insya Allah, akan ada kebaikan di balik kejadian ini. pelajaran berharga. memulai suatu bisnis itu ga mudah.
perlu modal dan sabar. Semoga ini makin baik dan someday... pengen punya toko offline sendiri..Insya Allah
Label:
Kisah
Sabtu, 12 Mei 2012
Kebun Raya Bogor
Pulang nginap dari Rawa Pasung, niatnya mo beli sarang semut di GOR Bekasi. Di jalan si abang ngajak jalan-jalan. Maklum dah lama ga jjs berdua ;) tercetuslah pengen k kebun raya bogor. Padahal dah siang. nyampe sana bisa siang bener.
Yawudah, setelah dari GOR kita siap-siap berangkat ke stasiun. Naik commuter line. langsung beli tiket ke Bogor takut ga sempat beli di Jati negara. Gak taunya, commuter line ke Bogor jam 12 kurang. jadilah kita naik KRL ekonominya. biarin aja deh.. itung-itung amal ma KAI he..he..
Bener-bener diajak muter-muter. wisata stasiun ini mah. nyampe bogor dah siang bener. jam setengah 1 lewat. disambut guyuran hujan lagi.
Alhamdulillah.. sebagai barokah sepasang manusia. cie.. Maem terus sholat. Habis itu ke kebun raya deh.. bener-bener banyak yang bobogohan jigana mah. kalo bobogohan kek kita berdua sih halal...
Muterin kebun raya badan serasa remuk. kaki kapalan.. Kesampean juga deh ke kebun rayanya. Pulangnya, akal lebih cemerlang x ya.. ngapain transit di jatinegara. di Manggarai aja deh. Alhasil, 1 jam lebih awal dah nyampe... Alhamdulilah..
Yawudah, setelah dari GOR kita siap-siap berangkat ke stasiun. Naik commuter line. langsung beli tiket ke Bogor takut ga sempat beli di Jati negara. Gak taunya, commuter line ke Bogor jam 12 kurang. jadilah kita naik KRL ekonominya. biarin aja deh.. itung-itung amal ma KAI he..he..
Bener-bener diajak muter-muter. wisata stasiun ini mah. nyampe bogor dah siang bener. jam setengah 1 lewat. disambut guyuran hujan lagi.
Alhamdulillah.. sebagai barokah sepasang manusia. cie.. Maem terus sholat. Habis itu ke kebun raya deh.. bener-bener banyak yang bobogohan jigana mah. kalo bobogohan kek kita berdua sih halal...
Muterin kebun raya badan serasa remuk. kaki kapalan.. Kesampean juga deh ke kebun rayanya. Pulangnya, akal lebih cemerlang x ya.. ngapain transit di jatinegara. di Manggarai aja deh. Alhasil, 1 jam lebih awal dah nyampe... Alhamdulilah..
Label:
Love Jouney
Kamis, 19 April 2012
Raihlah Cinta-Nya
Postingan Mba Rosita via email
Berproses Meraih Cinta Allah
"Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yangdapat menghantarkan aku pada cinta-Mu." (HR Tirmidzi)
Saudaraku, seharusnya tidak ada yang harus kita impikan dalam hidup selain meraih cinta dan kasih sayang Allah. Tampaknya, terlalu rendah bila kita sekadar memimpikan kekayaan, jabatan, popularitas, dan aksesoris duniawi lainnya. Tidak berarti semua itu tanpa mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah. Dunia hanya sementara, dan kalau tidak hati-hati malah bisa menjerumuskan. Hakikatnya, semua yang ada mutlak milik Allah. Maka, alangkah bahagianya bila kita dicintai oleh Dzat yang pemilik semua itu. Tidak ada lagi yang harus kita takutkan seandainya Allah sudah mencintai kita. Namun, betapa nestafanya hidup bila kita jauh dari Allah, atau na'udzubillah bila sampai dibenci Allah. Inilah kerugian yang tiada bandingannya.
Ada sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh mencintai si Fulan, cintailah ia!'. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh membenci si Fulan, bencilah ia!'. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada penduduk langit, 'Sungguh, Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia'. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan kebencian di bumi" (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).
Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah? Jawabannya sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan, maka jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah mencintai shalat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba yang selalu bersegera menyambut seruan adzan. Dan banyak lagi. Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu, proses, dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan bagi seorang Muslim. Ada enam langkah yang dapat kita praktikkan.
Pertama, miliki tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut. Kedua, buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur. Ketiga, siapkan sarana pendukung. Misalnya, menyediakan buku-buku berkualitas dan membangkitkan, memasang kata-kata motivasi di kamar, bergaul dengan ulama, dan lainnya. Keempat, lawan dan kalahkan rasa malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan.
Tiada sedikit pun keberuntungan dengan memperturutkan kemalasan. Kelima, sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah. Dan keenam, mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu". Wallahu a'lam. ( Abdullah Gymnastiar )-republika
Berproses Meraih Cinta Allah
"Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yangdapat menghantarkan aku pada cinta-Mu." (HR Tirmidzi)
Saudaraku, seharusnya tidak ada yang harus kita impikan dalam hidup selain meraih cinta dan kasih sayang Allah. Tampaknya, terlalu rendah bila kita sekadar memimpikan kekayaan, jabatan, popularitas, dan aksesoris duniawi lainnya. Tidak berarti semua itu tanpa mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah. Dunia hanya sementara, dan kalau tidak hati-hati malah bisa menjerumuskan. Hakikatnya, semua yang ada mutlak milik Allah. Maka, alangkah bahagianya bila kita dicintai oleh Dzat yang pemilik semua itu. Tidak ada lagi yang harus kita takutkan seandainya Allah sudah mencintai kita. Namun, betapa nestafanya hidup bila kita jauh dari Allah, atau na'udzubillah bila sampai dibenci Allah. Inilah kerugian yang tiada bandingannya.
Ada sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh mencintai si Fulan, cintailah ia!'. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh membenci si Fulan, bencilah ia!'. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada penduduk langit, 'Sungguh, Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia'. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan kebencian di bumi" (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).
Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah? Jawabannya sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan, maka jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah mencintai shalat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba yang selalu bersegera menyambut seruan adzan. Dan banyak lagi. Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu, proses, dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan bagi seorang Muslim. Ada enam langkah yang dapat kita praktikkan.
Pertama, miliki tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut. Kedua, buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur. Ketiga, siapkan sarana pendukung. Misalnya, menyediakan buku-buku berkualitas dan membangkitkan, memasang kata-kata motivasi di kamar, bergaul dengan ulama, dan lainnya. Keempat, lawan dan kalahkan rasa malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan.
Tiada sedikit pun keberuntungan dengan memperturutkan kemalasan. Kelima, sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah. Dan keenam, mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu". Wallahu a'lam. ( Abdullah Gymnastiar )-republika
Label:
Hikmah
Selasa, 06 Maret 2012
Selangkah Senyum, Spirit of Motivation
Perjalanan pernikahan ini mungkin boleh dibilang baru kemarin sore. Masih tahap 'pacaran'. Masih senang jalan berdua. Masih berpikir untuk berdua. Menikmati rumah tangga apa adanya. Serasa belum apa-apa dan seperti baru kemarin ijab qobul itu dilakukan. Di atas kertas, 1 tahun 3 bulan 1 minggu telah beranjak semenjak buku merah dan hijau itu kami terima.Namun, perjalanan ini mungkin boleh dibilang merangkak lambat. Saat gandengan kami cuma berdua. Belum ada 'cengceremet' ngerecokin. Saat makan cuma berdua. Bersih dan rapih. Belum ada yang makannya berceceran di lantai. Masih yang terdengar bunyi tuts keyboard saat malam atau suara tv dari ruang depan. Belum ada teriakan centil atau celoteh indah. Terasa lambat, manalagi melihat hijau rumput tetangga.
Sampai 1 tahun usia pernikahan, waktu serasa mengejar dari arah mana saja. Bertemu masa subur demikian indah dan merana manakala menunggu bulan lagi.Begitu berulang-ulang.Cari info kesana-kemari. Makan ini makan itu, konsul sana konsul sini, pake ini pake itu, proses ini proses itu. Lantas ketika harapan berujung belum datang, nelangsa kembali. Hampa sepertinya.
Kenapa hampa?
Karena ada yang tidak 100% dilibatkan, Allah Robbul izzati. Semua pasti akan terasa lambat bahkan sangat lambat. Karena tidak bisa dipungkiri seakan ngotot bahwa apa yang kita upayakan hasilnya akan sesuai dengan kemauan kita.
"
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. 42:49)
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki.Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. 42:50)
"
Maha benar Allah atas segala firman-Nya
Kembali pada Allah, libatkan 100% kehidupan kita. Tak ada yang luput dari pengawasannya. Seandainya Allah berkehendak, sperma yang dikucurkan di batu niscaya aka keluar anak. Seperti Allah berkehendak menciptakan anak di dalam guci Habil. Seperti Allah berkehendak memberi Nabi Yahya Alaihissalam kepada Nabi Zakaria Alaihissalam diusianya yang tak lagi muda dan kondisi istrinya yang mandul. Tak ada yang tidak mungkin. Subhanallah..
Mau episode yang mana? yang atas ataukah yang di bawahnya. Kita yang menjalani, kita yang ikhtiarkan.
Bissmillaahirrohmaanirrohim..
Hantar hamba dan suami ya Robb, menjadi bagian dari hamba-hamba-Mu yang pasrah akan ketentuan-Mu
~ 6 Maret 2012, Setapak langkah dalam senyum~
Label:
Love Jouney
Minggu, 12 Februari 2012
Mengenalmu
Mengenalmu dalam tiap mata ini terbuka adalah anugerah terindah dari AllahMelihatmu dalam tak berkedip
Ayunkan langkah bersama
Optimiskan diri bahwa tidak ada yang sia-sia
Seperti ucapmu
"Ade yang sabar ya.."
Label:
Love Jouney
Minggu, 29 Januari 2012
Artikel berharga dari blog Unas
Alhamdulillah.. menemukan artikel tentang akhlak Rosulullah di blog Unas. Tepatnya http://aptika.blog.uns.ac.id/2011/03/22/sehari-di-rumah-rasulullah-session-2/
Sungguh, tak ada yang bisa menyamai perangai Rosulullah SAW. Budi pekertinya وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. 68:4)
Mengenal Rasulullah (Akhlaq, Canda, Putri dan Istri)
Setelah kemaren kita mengenal bagaimana sifat Rasulullah, rumah dan apa yang dilakukan beliau di rumah, sekarang mari kita lanjutkan perjalanan wisata kita untuk menyaksikan hal-hal yang mengagumkan dari beliau. Mari kita berangkat,,,
* Petunjuk-Petunjuk dan Keagungan Akhlak Rasulullah
Orang yang paling mengenal akhlak Rasulullah adalah Aisyah, istri tercinta dan putri dari sahabat terbaiknya. Karena dia lah yang paling dekat dengan nabi, baik di waktu tidur, bangun, sakit dan sehatnya. Dengarlah komentar istri tercintanya ini,
“Rasulullah bukan orang yang suka berkata keji, buruk perangai, dan bukan orang yang suka berkeliaran di pasar, bukan pula orang yang membalas kejelekan dengan kejelekan, akan tetapi orang yang suka memaafkan dan melupakan kesalahan.” (HR Ahmad)
Al Husain bin Ali, cucu Nabi, pernah bertanya pada ayahnya (Ali bin Abi Thalib) tentang bagaimana Rasullah di tengah para sahabatnya. Ali berkata,” Rasulullah selalu menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa. Beliau meninggalkan 3 hal : riya, boros, dan sesuatu yang tidak berguna. Dan tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat dan berpahala. Kalau beliau berbicara maka yang lain diam menunduk seperti ada burung di atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa-apa yang diperlukan orang yang berkesusahan, tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya.” (HR Tirmidzi)
* Canda Rasulullah
Di tengah kesibukan mengurus umat, perang, keluarga dan masalah-masalah duniawi, Rasulullah selalu memberi dan menakar sesuatu sesuai dengan haknya. Beliau memberikan anak kecil haknya untuk disayang yang dimanja. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah,”Mereka (anak-anak) berkata,”Ya Rasulullah, mengapa engkau bercanda dengan kami?” Dijawab oleh Rasulullah,”Ya, akan tetapi aku selalu berkata benar, walau dalam sendau gurau.” (HR Ahmad)
Beliau pernah bercanda memanggil Anas bin Malik dengan sebutan,”Wahai orang yang berkuping dua.” (HR Ahmad)
Beliau juga pernah bercanda dengan seorang badui bernama Zahir bin Hiram yang sedang menjual dagangannya. Lalu Rasulullah memeluknya dari arah belakang dan menutup matanya dengan telapak tangannya, tentu dengan maksud bercanda, kemudian Zahir berteriak,” Lepaskan aku…. Siapa ini?” Setelah mengetahui bahwa yang ,mendekapnya adalah Rasulullah, dia merapatkan dadanya ke dada Rasul dan beliau masih saja membercandainya,” Siapa yang mau beli budak (seperti kamu) ini.” Zahir berkata,” Ya Rasulullah kalau begitu aku tidak laku.” Jawab Nabi,” Ya, Kamu di sisi Alloh mahal harganya.” (HR Ahmad)
Namun walaupun Rasulullah sering bercanda, beliau tidak pernah tertawa sampai terbahak-bahak, seperti yang dikatakan Aisyah, ” Aku belum pernah melihat Rasul tertawa lebar, sampai gusinya kelihatan. Tapi beliau cukup tersenyum.” (Muttafaq’alaih)
* Putri-putri Rasulullah
Rasulullah itu sangat menyayangi putri-putrinya. Sebagai ungkapan sayang, sering Rasulullah mengunjungi putri-putrinya untuk sekedar menanyakan kabar mereka. Pernah suatu hari fatimah datang untuk mengadukan kehidupannya yang miskin. Tangannya lecet karena menumbuk gandum, sedang dia tidak punya pelayan/pembantu. Ketika fatimah dan suaminya sudah bersiap untuk tidur, Rasulullah mendatangi mereka sehingga keduanya bangun. Tetapi dicegah oleh Rasulullah, kemudian Rasulullah duduk diantara mereka dan berkata,
“Kutunjukkan pada kalian sesuatu yang lebih baik daripada pembantu. Kalau kalian akan tidur, bertakbirlah sebanyak 34 kali, bertasbih sebnyak 33 kali dan bertahmid sebanyak 33 kali. Nah… ini lebih baik buat kalian dari sekedar pembantu.” (HR Bukhari)
* Hubungan Rasullah bersama para Istri
Rasulullah bersabda,”Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri yang saleh”
Rasulullah memanggil istrinya dengan panggilan mesra yang menyejukkan hati dan menentramkan pikiran. Suatu hari dipanggilnya Aisyah dengan sebutan “Humairaa” atau yang kemerah-merahan karena cantiknya.
Beliau menjelaskan bahwaperempuan dalam Islam memiliki kedudukan yang terhormat yang tidak tergantikan oleh laki-laki. Sesungguhnya cinta dan sayang pada istri, kata beliau, tidak sedikit pun mengurangi kewibawaan dan kedudukan suami.
Rasulullah pernah memberikan lututnya untuk digunakan sebagai pijakan oleh Syafiyyah, istrinya, ketika akan naik kuda.
Nah, bagaimana. Sangat menginspirasi bukan wisata kita ke Rumah Rasulullah? J Dari Sudut pandang manapun, dan kapan pun, beliau sangat layak dijadikan sebagai teladan. Wah nampaknya hari sudah mulai gelap. Saatnya kita istrirahat kembali sejenak. Setelah ini insya Alloh kita akan mencari tahu apa yang dilakuakn Rasulullah di malam hari. Bagai mana tidurnya, bangun di tengah malamnya. So, pastikan untuk membaca Episode terakhir perjalanan kita, oke???
………..BERSAMBUNG……….
Sungguh, tak ada yang bisa menyamai perangai Rosulullah SAW. Budi pekertinya وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. 68:4)
Mengenal Rasulullah (Akhlaq, Canda, Putri dan Istri)
Setelah kemaren kita mengenal bagaimana sifat Rasulullah, rumah dan apa yang dilakukan beliau di rumah, sekarang mari kita lanjutkan perjalanan wisata kita untuk menyaksikan hal-hal yang mengagumkan dari beliau. Mari kita berangkat,,,
* Petunjuk-Petunjuk dan Keagungan Akhlak Rasulullah
Orang yang paling mengenal akhlak Rasulullah adalah Aisyah, istri tercinta dan putri dari sahabat terbaiknya. Karena dia lah yang paling dekat dengan nabi, baik di waktu tidur, bangun, sakit dan sehatnya. Dengarlah komentar istri tercintanya ini,
“Rasulullah bukan orang yang suka berkata keji, buruk perangai, dan bukan orang yang suka berkeliaran di pasar, bukan pula orang yang membalas kejelekan dengan kejelekan, akan tetapi orang yang suka memaafkan dan melupakan kesalahan.” (HR Ahmad)
Al Husain bin Ali, cucu Nabi, pernah bertanya pada ayahnya (Ali bin Abi Thalib) tentang bagaimana Rasullah di tengah para sahabatnya. Ali berkata,” Rasulullah selalu menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa. Beliau meninggalkan 3 hal : riya, boros, dan sesuatu yang tidak berguna. Dan tidak pernah mencaci seseorang dan menegur karena kesalahannya, tidak mencari kesalahan orang, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat dan berpahala. Kalau beliau berbicara maka yang lain diam menunduk seperti ada burung di atas kepalanya, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa-apa yang diperlukan orang yang berkesusahan, tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya.” (HR Tirmidzi)
* Canda Rasulullah
Di tengah kesibukan mengurus umat, perang, keluarga dan masalah-masalah duniawi, Rasulullah selalu memberi dan menakar sesuatu sesuai dengan haknya. Beliau memberikan anak kecil haknya untuk disayang yang dimanja. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah,”Mereka (anak-anak) berkata,”Ya Rasulullah, mengapa engkau bercanda dengan kami?” Dijawab oleh Rasulullah,”Ya, akan tetapi aku selalu berkata benar, walau dalam sendau gurau.” (HR Ahmad)
Beliau pernah bercanda memanggil Anas bin Malik dengan sebutan,”Wahai orang yang berkuping dua.” (HR Ahmad)
Beliau juga pernah bercanda dengan seorang badui bernama Zahir bin Hiram yang sedang menjual dagangannya. Lalu Rasulullah memeluknya dari arah belakang dan menutup matanya dengan telapak tangannya, tentu dengan maksud bercanda, kemudian Zahir berteriak,” Lepaskan aku…. Siapa ini?” Setelah mengetahui bahwa yang ,mendekapnya adalah Rasulullah, dia merapatkan dadanya ke dada Rasul dan beliau masih saja membercandainya,” Siapa yang mau beli budak (seperti kamu) ini.” Zahir berkata,” Ya Rasulullah kalau begitu aku tidak laku.” Jawab Nabi,” Ya, Kamu di sisi Alloh mahal harganya.” (HR Ahmad)
Namun walaupun Rasulullah sering bercanda, beliau tidak pernah tertawa sampai terbahak-bahak, seperti yang dikatakan Aisyah, ” Aku belum pernah melihat Rasul tertawa lebar, sampai gusinya kelihatan. Tapi beliau cukup tersenyum.” (Muttafaq’alaih)
* Putri-putri Rasulullah
Rasulullah itu sangat menyayangi putri-putrinya. Sebagai ungkapan sayang, sering Rasulullah mengunjungi putri-putrinya untuk sekedar menanyakan kabar mereka. Pernah suatu hari fatimah datang untuk mengadukan kehidupannya yang miskin. Tangannya lecet karena menumbuk gandum, sedang dia tidak punya pelayan/pembantu. Ketika fatimah dan suaminya sudah bersiap untuk tidur, Rasulullah mendatangi mereka sehingga keduanya bangun. Tetapi dicegah oleh Rasulullah, kemudian Rasulullah duduk diantara mereka dan berkata,
“Kutunjukkan pada kalian sesuatu yang lebih baik daripada pembantu. Kalau kalian akan tidur, bertakbirlah sebanyak 34 kali, bertasbih sebnyak 33 kali dan bertahmid sebanyak 33 kali. Nah… ini lebih baik buat kalian dari sekedar pembantu.” (HR Bukhari)
* Hubungan Rasullah bersama para Istri
Rasulullah bersabda,”Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri yang saleh”
Rasulullah memanggil istrinya dengan panggilan mesra yang menyejukkan hati dan menentramkan pikiran. Suatu hari dipanggilnya Aisyah dengan sebutan “Humairaa” atau yang kemerah-merahan karena cantiknya.
Beliau menjelaskan bahwaperempuan dalam Islam memiliki kedudukan yang terhormat yang tidak tergantikan oleh laki-laki. Sesungguhnya cinta dan sayang pada istri, kata beliau, tidak sedikit pun mengurangi kewibawaan dan kedudukan suami.
Rasulullah pernah memberikan lututnya untuk digunakan sebagai pijakan oleh Syafiyyah, istrinya, ketika akan naik kuda.
Nah, bagaimana. Sangat menginspirasi bukan wisata kita ke Rumah Rasulullah? J Dari Sudut pandang manapun, dan kapan pun, beliau sangat layak dijadikan sebagai teladan. Wah nampaknya hari sudah mulai gelap. Saatnya kita istrirahat kembali sejenak. Setelah ini insya Alloh kita akan mencari tahu apa yang dilakuakn Rasulullah di malam hari. Bagai mana tidurnya, bangun di tengah malamnya. So, pastikan untuk membaca Episode terakhir perjalanan kita, oke???
………..BERSAMBUNG……….
Label:
Artikel



