http://mlbboards.com
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

Garam dan Masalah

Untuk menyemangati diri ini di setiap harinya, nasihat ini selalu teringat. Nasihat dari seorang motivator

Garam, salah satu bumbu dapur dan sebagai penyedap masakan. Hambar rasanya jika masakan tidak diberi garam. Maka ada istilah "Bagai sayur tanpa garam" hambar. Lain hal dengan orang yang sedang diet mayo ya yang membatasi asupan makan garam.

Hmm, kembali lagi ke topik. Apa hubungannya garam dengan masalah? kalo dari segi masakan jelas ada. Kurang garam, pasti masakan akan berasa ada yang kurang, lebih tepat hambar. Kebanyakan garam, waduh, yang makan bisa teriak dan langsung lepehin makanannya mungkin.
Ada yang nyeletuk kalo masakan keasinan "Mau kawin Bu?" Aih, dari mana ya istilah itu.
Ok, lalu hubungan dengan masalah? Ini hanya perumpamaan saja.


Yuk kita ambil garam 1 sendok makan, lalu kita masukkan ke gelas yang berisi air putih. Diaduk lalu cicipi, apa rasanya? berasa asin bukan?






Masih dengan 1 sendok makan garam kita masukkan ke dalam ember yang berisi air putih lalu cicipi rasanya? Apakah garam akan berasa atau tidak?
Nah, kalo garam 1 sendok makan kita masukkan ke kolam renang, bagaimana rasanya?









Terlebih lagi kalo kita masukkan ke dalam danau

Garam diibaratkan M.A.S.A.L.A.H dan air diibaratkan K.I.T.A
jadi masalah bukan hanya dilihat dari besar kecilnya, banyak atau sedikitnya, tetapi dari sisi kita. Kalo sesendok masalah bisa saja membuat kita terpuruk jika kita menempatkan diri seperti air di dalam gelas. Tentu akan terasa masalah itu. Namun jika kita bisa menempatkan diri kita sedikit saja lebih besar yakni air di dalam ember, masalah memang terlihat, tapi Insya Allah kita bisa mengatasi diri menghadapi masalah tersebut. Apalagi menempatkan hati dan diri kita seperti kolam dan danau, sungguh sudah jadi pribadi yang lapang diri kita, seberapapun masalah itu.

Sabtu, 30 Agustus 2014

7 Kunci Kebahagiaan Dunia

7 KUNCI KEBAHAGIAAN DUNIA ..
(Status Mak Lina, sahabat saya.. thx mak sharing nya....) saya rincikan artinya

1. Qalbun Syakirun (Hati yang
selalu bersyukur)

Jika hati diisi dengan rasa syukur everytime, Insya Allah kebahagiaan akan kita raih. 
 Jangan melihat dan selalu melihat hijaunya rumput tetangga, tidak akan ada batasnya dan tidak akan ada habisnya. Sesak dan kehidupan yang tidak akan tenang selalu mengisi hari-hari kita. Bersyukur bukan hanya diucapkan dengan lisan semata, seluruh jiwa raga termasuk hati ikut bersyukur. Bersyukur saat susah biasanya lebih mudah namun disaat senang bersyukur yang sesungguhnya lebih dirasa berat.

Saya membaca ini di Vemale.com, menarik menurut saya. Inilah real kehidupan yang biasa kita lihat dan bahkan kita alami sendiri.

Vemale.com - Bersyukur adalah salah satu jalan untuk melihat kembali apa yang sudah Anda miliki, bagaimana usaha untuk mendapatkannya dan membuat Anda berterima kasih kepada Sang Pencipta. Jika Anda hidup dalam sifat iri hati dan sakit hati, Anda hanya akan berfokus pada apa yang belum Anda miliki dan lupa bersyukur.
Apakah Anda orang yang gampang sakit hati dan sering iri hati? Mari lihat ciri-ciri di bawah:

Mudah tersinggung
Orang yang sering kecewa biasanya mudah tersinggung dan berpikir buruk tentang orang lain. Misalnya saja saat ada tetangga yang datang ke rumah dan memuji televisi baru yang bagus, maka orang yang sering sakit hati dan iri akan berpikir bahwa tetangganya memuji hanya manis di bibir. "Paling-paling dia iri dengan tv baru ini,", begitu pikiran buruknya.

Tidak suka melihat orang lain bahagia
Orang yang iri hati dan gampang sakit hati sering tidak tenang melihat teman atau orang lain memiliki barang atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari miliknya. Mereka akan selalu berpikir bahwa miliknya kurang dan kurang, tidak akan ada habisnya.

Sering dendam
Seseorang yang sudah dijangkiti perasaan mudah sakit hati biasanya mudah menyimpan dendam dalam waktu yang lama. Bibirnya mengatakan sudah memaafkan orang lain, tetapi selalu mengungkit kesalahan atau keburukan orang lain.

Sering mengeluh
Orang yang iri hati sering mengeluh tentang hidupnya. Tidak punya ini, tidak punya itu. Mengeluh dan terus mengeluh setiap hari. Mereka juga sering mengatakan hidup orang lain begitu menyenangkan, Tuhan tidak adil dan keluhan lainnya.

Sedikit teman
Orang yang gampang sakit hati dan iri seringkali tidak memiliki teman atau sedikit teman. Yang menyedihkan, teman-teman mereka biasanya memiliki sifat yang tidak jauh berbeda. Di depan tampak manis, tetapi di belakang saling menjatuhkan.
Jika hidup hanya diisi dengki, iri, dan mudah sakit hati, Anda tidak akan punya waktu untuk bersyukur. Bukankah setiap napas yang Anda hembuskan merupakan nikmat yang luar biasa? Jangan jadikan materi duniawi sebagai media untuk memancing sifat buruk dan lupa mensyukuri hal-hal lain yang tampaknya kecil tetapi penting.

2. Al-Azwaju Shalih (Pasangan
yang soleh/solehah)
 Siapa yang tidak ingin mempunyai pasangan yang soleh atau punya istri yang sholihah, yang dipandang menyejukkan mata, yang memegang amanah dan rumah terasa sejuk dan nyaman.







 
3. Waladun Shalih (Anak yang
soleh/solehah)

Memiliki anak yang sholih dan sholihah juga dambaan semua orang tua. Anak yang sebagai qurrota 'ayun ayah bundanya, tiket syurga orang tuanya.
"Ya Allah, berkahilah kami dengan anak-anak yang sholih dan sholihah, AMin Ya Robb"

4. Albiatu Shalih (Lingkungan
yang kondusif untuk iman
kita)

Tinggal di negara yang aman? lingkungan yang baik dan tentram pastilah membawa kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan kita.

5. Al-Maul Halal (Harta yang halal)
Harta yang halal yang untuk dimakan oleh anak dan istri akan membawa perubahan pada perilaku yang memakannya.

6. Tafakkur Fiddiin (Bersemangat
untuk memahami agama)
Belajar terus dan terus memperdalam ilmu agama... jangan salah pilih ya... belajar sesuai Al-Qur'an dan As-sunah

7. Umur yang barokah.
bukan dipandang telah berapa lama kita hidup, tetapi apa saja yang sudah kita manfaatkan. Bukankah orang yang beruntung itu yang bisa manfaat untuk orang lain? apa yang sudah kita perbuat untuk keluarga kita, teman kita, lingkungan kita. Jangan-jangan kehadiran kita tidak diharapkan, merugilah kita...

Semoga manfaat

~ Lisna ~
Bekasi, Akhir Agustus 2014

Jumat, 29 Agustus 2014

Perempuan dan Cantik

Siapa sih perempuannya yang ngga pengen terlihat cantik? Eits... terlihat cantik di depan suami ya.. jadi pahala tuuuh... :)

Pada dasarnya setiap perempuan itu cantik (kalo ganteng cowo kellez :D )
Cantiknya perempuan yang satu dengan yang lain pasti berbeda dan dari sudut mata mana memandangnya. Kalo perempuan yang memang ditakdirkan sudah cantik, yang ngeliat pasti bilang cantik. Namun bagaimana dengan perempuan yang kodratinya biasa saja? para penyuka kecantikan pasti akan berkomentar "biasa" saja. Beda dengan para pemerhati sisi lain : kepintarannya, baik budi bahasanya jadi berupa inner beauty si perempuan itu sendiri. 

Dan bagi saya, perempuan cantik itu yang berjilbab, jilbabnya yang menutupi tubuhnya kecuali muka dan telapk tangan ya bukan jilbab yang dilipat kesana diputar kesini, riweuh saya lihatnya. Cantik sih, tapi sekilas mata memandang saja. Tapi untuk perempuan yang memang diluruskan niatnya saat berhijab, dia benar-benar sholihah. Kenapa? Dia telah melaksanakan kewajibannya untuk menutup auratnya. Meski mereka tidak seksi, juga tidak terlihat modis. Mereka biasa-biasa saja bahkan mungkin dipandang orang lain biasaaaa banget. Bagi saya mereka spesial (pake telor 4 :) ) apalagi yang sudah menjadi ibu dan betul-betul mendedikasikan ilmunya untuk mengajarkan jundi-jundi penegak kalimat Illahi. Mereka tidak malu hanya dijudge "kuliah tinggi-tinggi akhirnya jadi ibu rumah tangga juga".

Why? Yaa.. di lingkungan kita masih terbiasa dengan hal itu. Perempuan yang kuliah tinggi jadinya ya mendidik anak orang lain (dia sebagai guru, dosen dll) atau membagikan ilmu nya dengan teman2 di kantor dll. Tidak mau berkutat dengan seabrek pekerjaan yang Masya Allah, luar biasa. Tugas yang tiada duanya sebagai istri dan seorang ibu. Bagi saya mereka C.A.N.T.I.K yang merelakan ijazahnya dipakainya untuk menjadi profesor bagi anak-anaknya.

Saya punya banyak sahabat 'dumay' yang seperti itu. Mereka Cantik dan Cerdas. 24 jam waktu mereka mereka ikhlaskan utnuk keluarga. banyak ilmu yang saya dapat dari mereka.

Bagi saya mereka Cantik dengan segala yang mereka miliki di luar dan dari dalam. Begitupun dengan kakak, adik atau perempuan yang saya temui saat langkah saya, perempuan yang menjulurkan jilbabnya menutupi dada mereka, dengan jubah atau gamis panjang serta jilbab yang lebar tidak terbentuk, dengan senyum khas para sholihah saat berpapasan satu sama lain, mereka menebar salam dan kebaikan, mereka katakan bahwa Islam Rahmatan lil'alamin. Mereka cantik.

Yuk menjadi muslimah yang cantik, lahir maupun batin

~ Lisna ~ 
Bekasi #29 Agustus 2014 ~


Rabu, 27 Agustus 2014

Kata-Kata Hikmah

Saya senang membaca kata-kata hikmah yang berseliweran entah itu di blog, di web ataupun melalui media sosial seperti facebook. Teman-teman yang berbagi kata hikmah diwall nya ataupun berbagi tulisan motivasi dari sumber lain akan saya baca dengan seksama.

Banyak yang bisa kita tadabbur kan dan kita petik hikmah dari kata-kata tersebut. Bila kita cermati, kata hikmah bisa menjadi inspiring maupun sebagai motivasi kita agar bisa menjadi lebih baik lagi makin hari. Petikan motivasi dan hikmah point pertama kita ambil dari Al-qur'anul Karim dan Sunnah Rosulullah SAW karena itulah petunjuk jalan bagi kita.

Saya tertarik dengan kalimat hikmah ini untuk itu saya tambahkan sebagai gambar


Rabu, 20 Agustus 2014

Selalu sabar menunggu

Mengingat kembali kisah Nabi Zakaria AS dalam Al-Qur'an dengan do'a nya, du Surat Maryam. Dalam kondisinya yang sudah tua dan dengan istri yang mandul dan tidak muda juga Nabi Zakaria meminta diturunkan anak oleh Allah supaya ada pewaris dan tidak sendirian. Ya, Allah menjawab do'a Nabi Zakaria.

Ingat kisah Nabi Ibrahim AS yang belum dikaruniai anak diusianya yang juga tak lagi muda. Yang AKhirnya dikaruniai anak Nabi Ismail dari istrinya Siti Hajar dan Nabi Ishak dari istrinya Siti Sarah.

Ingat juga kisah tetangga sewaktu ngontrak di Perum 1, setelah 8 tahun menikah baru dikaruniai anak. Sekarang sudah punya 2 anak. Sebelumnya didiagnosa dokter kena TORCH.

Dan teringat kembali beberapa cerita tentang rahasia Allah baru menganugerahi serta mengamanahkan anak-anak kepada yang dikehendakinya setelah bertahun-tahun berjuang dan bersabar. Sabar melihat keluarga yang sudah lengkap bersenda gurau, ramai celoteh anak-anak, sabar atas gunjingan orang dan pertanyaan orang-orang.

Ya.. saya selalu minta ditiap do'a saya agar diberikan kesabaran seperti mereka, orang tua terpilih.

Hampir 4 tahun usia pernikahan kami belum dikaruniai anak. Bukan kami tanpa usaha. Setiap hari kami usaha dan do'a. Bukan kami tidak mencoba ini itu, namun Allah jualah tempat kembali kami meminta pertolongan.

Engkau Ya Allah sebaik-baik penolong

Kamis, 14 Agustus 2014

Ayam versus Meong

Seperti biasa, kalo ngga capek banget aku sama ayah penginnya masakan sendiri. Lebih sehat tentunya. Seperti kemarin kita duet perang di dapur. Ayah bantu ngiris brokoli dan teman-temannya serta masakan kesukaannya, Tempe goreng. Si ayah kalo aku ke pasar ditanya mau makan apa, jawabnya pasti tempe. Lha, emang ngga bosan Yah kalo ke pasar belinya tempe goreng terus? Emang mau tiap hari makannya tempe terus bisa-bisa darah tinggi naik sambil gebrak meja "Tempe lagi tempe lagi" hahaha.. guyonan temanku. 


Sambil masak kami ngobrol. Belajar dari keseharian ayam, kataku. Ayam pagi-pagi buta udah berkokok bangunin orang, dirinya sendiri udah sibuk cari makan. Itu kenapa kita pagi-pagi ya udah berangkat cari rizki. Sedang kucing, pagi-pagi masih bobo indah. Siangan baru nyari makan.

Kucing, berisik banget kalo mau 'kawin' ups... bukan cuma itu, coba lihat perilaku kucing. Di gang samping rumah aja dia sering oceh-ocehan sama kucing yang lain. Seakan sahut-sahutan tuh. Ini mengisyaratkan bagi mereka yang kurang akur sama tetangga, sering sahut-sahutan omongan. Gara-gara anak yang berantem bisa orang tuanya ikutan. Anak-anak udah baekan ortu masih diem-dieman. 

Ya itu, ambil hikmah dari sekeliling tempat tinggal kita. Dari manapun meski dari seekor binatang. Ambil baiknya ya....

Rabu, 23 Juli 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Ramadhan tinggal menghitung hari, sedihkah kita?
Seharusnya IYA. Bulan yang amalan kita dilipatgandakan ini akan berlalu. Bulan suci yang di dalamnya penuh dengan kebarokahan akan meninggalkan kita. Bulan yang melatih kita kesabaran dan mengekang hawa nafsu. 

Kita panjatkan do'a kepada Allah SWT semoga kita diberi waktu untuk bersua kembali dengan Ramadhan dan tetap menjadikan kita hamba yang konsekuen selepas ramadhan. Amin Ya Robb


Selasa, 15 Juli 2014

Waspada! Nyeri Lambung

Lagi cek email ketemu artikel bagus dari Mas Agus Syafii, beliau adalah founder Rumah Amalia yang selalu mengirimkan artikel dan motivasi bagus untuk dibaca dan dijalankan

Waspadai Nyeri Lambung

By: M. Agus Syafii

Ditengah kesibukan dan aktifitas kita sehari-hari, terkadang kita mengalami gangguan nyeri dilambung. Nyeri lambung atau 'dispepsia' sebaiknya tidak diremehkan. Segeralah periksakan ke dokter bila hal itu terjadi berulang-ulang. Nyeri lambung adalah gangguan pencernaan yang mengenai saluran cerna bagian atas, termasuk  diantaranya perasaan tidak enak atau nyeri pada ulu hati atau disebut 'epigastrium'  mungkin juga bagian tulang belakang dada atau yang disebut 'retrosternum'  Rasa panas  seperti terbakar pada ulu hati dan rasa mual serta muntah tanpa adanya keadaan patologis pada organ. Prevalensi dispepsia bervariasi untuk berbagai penelitian tergantung definisi, kriteria yang berguna.

Telah lama riset secara akademik yang menghubungkan peristiwa mental dengan gangguan tubuh tetapi masih sedikit data yang menyokong observasi itu. Teori Freud, dalam histeria konversi mengatakan gejala somatik adalah simbol ekspresi konflik di dalam diri seseorang. Sementara Weiss dan English menyebutkan gejala psikosomatik terjadi pada organ oleh sistem syaraf otonom dalam keadaan fisiologis ini disertai konflik yang ditekan di alam bawah sadar dan adanya faktor predsposisi dari konstitusi fisik yang diturunkan secara genetik. Misalnya diare dan muntaber diartikan sebagai membersihkan diri dari perasaan berdosa,  asma sebagai 'symbolic crying' sedangkan nyeri lambung merupakan wujud gangguan cemas menyeluruh.

Lantas bagaimana untuk menyembuhkan nyeri lambung? Bagi anda yang menderita maag, bila dokter tidak menemukan adanya gangguan fisik, maka erat kaitannya dengan emosi anda. Biasanya yang terjadi adalah sering memendam marah, kekecewaan, kesedihan dan juga perasaan berdosa. Sebaiknya lakukanlah sholat lima waktu dengan tepat waktu dan juga diimbangi dengan berdzikir setiap saat seperti dengan memperbanyak hamdalah atau 'alhamdulilah' karena sholat dan dzikir adalah relaksasi untuk menurunkan kadar andrenalin sehingga pengeluaran asam lambung berkurang. Sholat dan dzikir juga baik untuk menghindari ketergantungan obat. Yang paling penting bagi anda yang menderita nyeri lambung adalah belajarlah untuk menerima apapun yang telah terjadi dan mensyukuri hidup ini sebagai wujud kasih sayang Allah kepada kita. Insya Allah, menyembuhkan nyeri lambung anda.

'Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.' (QS. al-Baqarah : 153).

Rabu, 13 Maret 2013

Ujian Bikin Hidup Makin Hidup



Dari judul di atas sejujurnya, saya ingin memotivasi diri sendiri bahwa HIDUP itu perlu adanya ujian.
Setuju ngga?

Sekolah saja harus ada ujian untuk mengukur sejauh mana siswa sudah menyerap ilmu yang diberikan oleh guru selama di sekolah. Meski akhirnya ada beberapa siswa bahkan ada yang semua GAGAL atau tidak lulus. Sesulit apa ujian itu tergantung kitanya. Kalo rajin belajar, rajin bertanya dan paham akan materi yang diberikan minimal kita bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Lalu UJIAN HIDUP. Apa sesimpel menghadapi ujian sekolah. Kembali ke kitanya lah SOB..

Mengutip dari ucapan Ustadz Jaka di Para Pencari Tuhan
"Kalo kita menyangka ujian hidup itu baik untuk kita maka yang muncul adalah prasangka baik bahwa Allah telah menolong kita dari ujian yang lebih besar.Sedang jika kita berprasangka buruk, maka ujian hidup hanya membuat kita terpuruk bahkan sampe beranggapan bahwa Allah tak adil. Naudzubillah.."

Ujian hidup datang agar KITA kembali pada JALAN-NYA

Allah sesuai dengan prasangka hamba-NYA..
Awalnya, ketika menghadapi ujian ini dan itu, aku langsung mewek, buang nafas beraaaaatt banget seakan ada beban di pundak ini. Dari mulai ada penyakit yang tiba-tiba terdeteksi. Masya Allah.. dua-duanya yang dikhawatirkan oleh kaum Hawa (dikhawatirkan bukan ditakuti), masalah pekerjaan hingga jualan yang seperti keong merambat. Mengeluh.. ya..ya.. ya..

Namun pada akhirnya, tersadar aku bahwa sakit ini adalah bagian dari ujian hidupku yang menunjukkan betapa sayangnya Allah padaku sehingga IA tak membiarkan aku menjauh. Betapa Allah telah menolongku dari penyakit yang lebih besar dan mungkin ditakuti.

Dan Allah demikian HEBATnya mengajarkanku untuk lebih SABAR menghadapi pekerjaan dan wirausahaku. Mengajariku untuk lebih berbagi.

SUBHANALLAH WA BIHAMDIH

ROBB.. kini aku percaya bahwa UJIAN HIDUP untukku agar aku menjadi bagian dari hamba-MU yang ENGKAU ridhoi. Insya ALLAH

Bekasi, 13 Maret 2013

Rabu, 28 November 2012

Mengukir Cinta Hingga di Ujung Usia

Dari blognya http://vikikurdiansyah.wordpress.com

Bismillaahirrahmaanirrahiim……..!!!!!!!!
Sayang…….
Aku ingin akulah yang pertama menemukan uban di antara helai-helai rambutmu dan menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari biasanya. Dan ketika helai-helai itu semakin bertambah dengan suka cita aku akan menyisirinya, tak perlu meminta pewarna rambut. Sayang, rambut kelabumu kan tampak seksi di mataku.
Tak perlu khawatir…….
Aku siap mencarikan kacamatamu ketika kamu lupa tempat menaruhnya. Atau akan kubuatkan sebuah kotak segala ada, tempat engkau dapat menaruh semua barang dan perkakasmu sesukanya. Ketika malam-malam dingin dan rasa ingin pipis tak tertahan lagi, jangan ragu untuk membangunkanku. Sayang….. ini tanganku di sampingmu jangan ragu jadikan tanganku sebagai peganganmu.
Sayang…….
Aku tidak menginginkan yang muluk-muluk. Aku ingin mendampingi masa tuamu, aku ingin tua di sampingmu, bersamamu.
Sehat, sehatlah sayang…….
Agar engkau juga sempat meraba kepalaku yang ditumbuhi uban, agar sempat aku memamerkan gigiku yang mulai tanggal.
Sehat, sehatlah sayang…….
Agar ketika kita tua, kita masih sanggup menemani anak cucu kita bermain bersama. Atau sekedar mengunjungi mereka saat hari libur tiba. Kupikir lebih baik kita saja yang mengunjungi mereka sambil membawakan makanan kesukaan mereka. Mungkin nanti anak cucu kita akan lebih sibuk dari hari-hari sibuk yang kita jalani sekarang. Kita akan jadi orang tua yang paling pengertian ya kan, sayang…..
Sayang…….
Aku ingin tetap mesra bersamamu, hingga tua. Tetap membisikkan kata cinta, meski pendengaran kita semakin berkurang. Jangan malu untuk sedikit berteriak di telingaku ya…?! Kau tahu, aku sangat suka mendengarkan ungkapan sayangmu.
Ku ingin kita…….
Tetap saling memanja, semampu tenaga yang masih kita miliki. Anak, cucu, ponakan dan keluarga kita pasti akan menyangi kita berdua, tapi percayalah aku yang paling tau cara memanjakanmu demikian engkau yang paling tau cara memantik binar di mataku.
Bila waktu memang menggerus banyak hal…..
Bila usia memang mengikis banyak hal…..
Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita.
Bila memang tiada yang abadi…..
Bila memang semua akan berakhir…..Bila memang semua akan terhenti…..
Aku berharap, sepanjang waktu yang kita miliki, temani aku untuk melakukan yang terbaik untuk cinta yang kita punya. Menjadikan cinta dan hubungan yang kita bina sebagai anugerah paling indah dan paling berharga.
Apapun boleh berhenti, tapi tidak dengan niatan tulus untuk saling mengasihi.
Apapun boleh usai, tapi tidak dengan upaya gigih untuk saling mejaga, upaya gigih untuk saling membahagiakan.
Sayang…….
Hari ini, menit ini, detik ini, aku seperti bisa menatap proyektor besar tak bertepi, memutar film tak berjudul yang kita perankan, ada dua tangan keriput yang saling menggenggam. Tanganku dan tanganmu.
Tapi ketika adegan berganti, saat film hampir usai, aku tak sanggup lagi menatapnya, semua menjadi kabur dan basah oleh Air Mata.
__________________________________________________
*-Ku ingin mencintai mu sepenuh hatiku, tapi tak bisa
*-Ku ingin bersama mu selamanya, tapi takkan mungkin
*-Ku ingin sehidup semati dengan mu, tapi semua itu gombal belaka
*-Karena ku ingin hanya Allah dihati ku
*-Yang Takkan Meninggalkan ku, Takkan Berpisah dan selama-lamanya krn semua itu bukan gombal
*-Kalau pun aku mencintai mu, itu karena Allah
*-Karena Dia-lah yang menggerakkan hati ku untuk menyayangi mu
*-I love you….. because “Uhibbuka fillah”
 sumber : (Facebook) halalkan aku ayah

Selasa, 16 Oktober 2012

Refresh Tujuan Nikahmu

Membaca kisah ini, tanpa terasa menitiklah air mata.
Ngga sengaja menemukan artikel ini di blognya
http://vikikurdiansyah.wordpress.com

Prolog Sebuah cerita yang mengingatkan kita kembali akan makna dan tujuan menikah. Cocok bagi yang udah nikah maupun yang mau menikah. Semoga mendapat hikmah dari cerita ini

Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama. Memandangi istriku yang tengah tertunduk dan diam seribu bahasa. Setelah sekian lama saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

”Assalamu’alaiki…. permintaan hafalan Qur’annya mau dibacakan kapan, Dek?” tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya.

Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui.
 ”Nanti saja saat qiyamullail,” jawab istriku masih dalam tunduknya.
 Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam.
Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun, ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu, ia pun menyerah. Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu bahwa istriku “tidak menarik”. Sekelebat pikiran itu muncul dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.
 ”Bang, sudah saya katakan sejak ta’aruf (awal perkenalan), bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahanda Imam Malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengatakan pada Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama mereka,”Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengan baik (ma’ruf). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa: 19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama’ besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.
 ”Ya Rabbi aku menikahinya karena-Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milik-Mu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas. Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhnya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajahnya yang masih menyisakan segumpal ragu.
 ”Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.
 “Tidak Dek, sungguh sejak awal, niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat ini. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh anggota keluarga memboikot untuk tidak datang saat akad tadi pagi,” paparku sambil meggenggam erat jemarinya.
Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya malam, bait-bait doa kubentangkan pada-Nya.
”Rabbi, tak kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik, karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Rabbi, saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu pertemukanlah aku dengan-Mu dalam jannah-Mu!” Aku beringsut menuju pembaringan amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku dengan segenap hati yang ikhlas. Ah, sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita shalihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shaum sunnah rasul-Nya. Ya Allah, sesungguhnya aku ini lemah, maka kuatkan aku. Dan aku ini hina, maka muliakanlah aku. Dan aku fakir, maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih.  

Diceritakan kembali dari cerita yang berjudul “Gejolak Jiwa di Malam Pertama” dari Tabloid Media Ummat yang beralamat di JL. Wilis 11 Malang, edisi 59/ tahun ke-2.

Rabu, 15 Agustus 2012

Indahnya menjadi istri sekaligus ibu

Wanita adalah karunia terindah yang ada dan penting di dunia, tapi banyak perjuangan dan pengorbanan wanita tidak di ketahui Pria.
1. Ketika suami menikah lagi, dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar
2. Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impiannyademi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.
3. Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.
4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak,membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya, dan menyetrika dengan rapi.
5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang istri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, babu dan wanita penghibur digabung jadi satu
6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawamelahirkannya. Suami kadang gak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya
7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.

Kamis, 19 April 2012

Raihlah Cinta-Nya

Postingan Mba Rosita via email
Berproses Meraih Cinta Allah
 "Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yangdapat menghantarkan aku pada cinta-Mu." (HR Tirmidzi)
Saudaraku, seharusnya tidak ada yang harus kita impikan dalam hidup selain meraih cinta dan kasih sayang Allah. Tampaknya, terlalu rendah bila kita sekadar memimpikan kekayaan, jabatan, popularitas, dan aksesoris duniawi lainnya. Tidak berarti semua itu tanpa mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah. Dunia hanya sementara, dan kalau tidak hati-hati malah bisa menjerumuskan. Hakikatnya, semua yang ada mutlak milik Allah. Maka, alangkah bahagianya bila kita dicintai oleh Dzat yang pemilik semua itu. Tidak ada lagi yang harus kita takutkan seandainya Allah sudah mencintai kita. Namun, betapa nestafanya hidup bila kita jauh dari Allah, atau na'udzubillah bila sampai dibenci Allah. Inilah kerugian yang tiada bandingannya.

Ada sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh mencintai si Fulan, cintailah ia!'. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh membenci si Fulan, bencilah ia!'. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada penduduk langit, 'Sungguh, Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia'. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan kebencian di bumi" (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).

Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah? Jawabannya sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan, maka jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah mencintai shalat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba yang selalu bersegera menyambut seruan adzan. Dan banyak lagi. Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu, proses, dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan bagi seorang Muslim. Ada enam langkah yang dapat kita praktikkan.

Pertama, miliki tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut. Kedua, buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur. Ketiga, siapkan sarana pendukung. Misalnya, menyediakan buku-buku berkualitas dan membangkitkan, memasang kata-kata motivasi di kamar, bergaul dengan ulama, dan lainnya. Keempat, lawan dan kalahkan rasa malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan.

Tiada sedikit pun keberuntungan dengan memperturutkan kemalasan. Kelima, sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah. Dan keenam, mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu". Wallahu a'lam. ( Abdullah Gymnastiar )-republika

Selasa, 22 November 2011

Suami Yang Murah Hati dan Istri yang Mensyukuri


Dari link http://ceritapasutri.blogspot.com/2011/08/suami-yang-murah-hati-dan-istri-yang.html
(Link Kang Ian)Kadang sewaktu kita masih berstatus single atau melajang, kita seakan tidak pernah mempermasalahkan kondisi keuangan kita. Ini bagi yang sudah bekerja dan bisa mencukupi kebutuhan dirinya saja, tapi bagi yang sudah menikah, kondisi keuangan keluarga seakan menjadi prioritas utama dimana perkaranya sudah dinomorsatukan dan juga berperan aktif dalam menopang kokohnya rumah tangga.

Banyak konflik yang terjadi dalam rumah tangga disebabkan kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil atau cenderung kurang. Seringnya, pihak suamilah yang sering menjadi kambing hitam dalam permasalahan ini. Bukan karena saya berstatus seorang suami loh ya.. tapi kadang sering adakalanya seorang istri tidak bersifat qona'ah dan menerima kondisi keuangan suami. Apalagi sumber keuangan tersebut hanya dari pihak suami saja, maka mungkin di satu sisi akan terasa berat permasalahan ini.

Sebenarnya, pemberian nafkah kepada istri merupakan kewajiban yang sangat nyata bagi para suami. Karena Allah menyatakan dalam firman-Nya (yang artinya):

"Kaum laki-laki itu pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.. (Q.S. An-Nisa' :34)

Dan juga sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Hakim bin Mu'awiyah al-Qusyairi dari bapaknya berkata: Aku bertanya: " Ya Rosulullah, apa saja hak-hak istri salah seorang diantara kita yang menjadi kewajiban suaminya?" Beliau pun menjawab:
"Kamu memberinya makan bila kamu makan dan kamu beri pakaian bila kamu berpakaian dan jangan memukul wajahnya dan jangan pula kamu menjelek-jelekkannya dan jangan kamu memisahinya dari tempat tidurnya melainkan (kamu juga tetap tidur) di rumah." (Hadits Shahih, Abu Dawud: 2142 dan Ahmad 4/447)

Oleh karena itu, seorang istri boleh meminta haknya kepada suaminya dalam pemenuhan kebutuhan makan, minum, pakaian dan yang lainnya dan suami pun tidak boleh menolak hak istrinya tersebut dan dia harus membelanjakan hartanya untuk memenuhi hak-hak istri, sebab demikianlah yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Tapi yang menjadi masalah adalah terkadang istri selalu meminta lebih dari apa yang telah diusahakan suaminya berupa nafkah hasil kerja keras suaminya. Memang sebenarnya tidak ada batasan bagi seorang suami dalam memberikan nafkah terhadap istrinya, tentu para suami yang baik akan berharap bahwa ia bisa mencukupi kebutuhan istrinya, sehingga istrinya bisa hidup sejahtera dan tidak kekurangan. Akan tetapi, istri pun harus menyadari bahwa terkadang kerja keras suami tidak banyak membuahkan hasil yang memuaskan. Maka dalam hal ini, istri haruslah mensyukuri nafkah yang telah diberikan oleh suaminya dan berusaha untuk tidak mencela pemberian suaminya. Lebih baik, istri tetap ikhlas dan terus berusaha memotivasi suami agar lebih giat lagi dalam mencari nafkah dan mendo'akan kelapangan rizki bagi keluarganya.

Akhir kalam, semua ini membuahkan sebuah kesimpulan bahwa kebahagiaan pasutri berkenaan dengan nafkah dan kondisi keuangan keluarga ini ada pada kemurahan hati suami dalam memberi dan banyak bersyukurnya istri atas apa yang diberikan oleh suaminya.

Sumber: Mengutip dari Majalah Al-Mawaddah

Senin, 24 Oktober 2011

Telur yang pecah



Postingan Pak IAF di MyQuran.org. Semoga bermanfaat, Amin Ya Robbal'alamin

Oleh: Ust. Musyaffa Abdurrahim, Lc.*

Jika telur pecah karena faktor eksternal
Berarti kehidupannya berakhir
Jika telur pecah karena faktor internal
Berarti ada kehidupan baru dimulai


"SESUATU YANG AGUNG SELALU DIMULAI DARI DALAM"

DR. Salman Audah, seorang ulama' dan pemikir dari Saudi Arabia berkata:
Kita wajib percaya bahwa kita diciptakan bukan
Untuk gagal
Untuk bersedih, atau
Untuk menjadi manusia-manusia tanpa tujuan
Kita wajib percaya bahwa keberadaan kita bukanlah kebetulan
Bukan pula sekedar suatu angka
Keberadaan kita adalah karena adanya suatu keperluan
"SAYA ADA KARENA ALAM SEMESTA MEMERLUKAN SAYA"
Ambillah ibrah dari harimu
Jadikan kemaren sebagai pengalaman

Dunia adalah persoalan matematik
Bubuhkan tanda - capek dan sengsara
Bubuhkan tanda + cinta dan kesetiaan
Niscaya Tuhan pemilik langit akan menolong dan memberikan taufiq kepadamu

Jika engkau sujud, sampaikan kepada-Nya seluruh rahasiamu
Jangan dengarkan orang-orang di sekelilingmu
Bisiki Dia dengan air matamu
Dan hatimu adalah kekayaanmu
Dan Dia melihat kepadanya

Jangan berkata: dari mana aku mulai
Ketaatan kepada-Nya adalah titik awal

Jangan berkata: mana jalanku
Syari'at Allah adalah penunjuk jalan

Jangan berkata: di mana kenikmatanku
Cukulah syurga Allah sebagai jawabannya

Jangan berkata: besok aku akan memulai
Bisa jadi itulah akhir perjalananmu

Dunia itu tiga hari:
Sehari telah kita lalui dan tidak akan kembali
Hari ini yang tidak akan abadi, dan
Besok, yang kita tidak tahu akan bersama siapa? Dan di mana?

Saat seseorang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepadamu
Jangan marah..senyumlah..sebab ia telah mengungkapkan jati dirinya, sehingga engkau tidak perlu capek menggalinya

Dan biasakan lidahmu untuk mengucapkan:
Allahummaghfirli (ya Allah, ampuni daku)
Sebab ada saat-saat tertentu Allah SWT tidak menolak permohonan siapa pun.

Sumber: http://pkspiyungan.blogspot.com

Jumat, 21 Oktober 2011

[Tulisan Mas Agus] Dunia Serasa Milik Berdua

Lagi... Tulisan mas agus diblognya http://agussyafii.blogspot.com/

Bila pasangan suami istri begitu lembut dan bersahaja maka hidup menjadi indah, dunia serasa milik berdua, orang lain dianggap ngontrak semua. Bahkan ketika seorang suami yang melihat debu dimata istrinya langsung mengungkapkan dengan penuh cinta, 'Istriku, ada debu di matamu' Istripun dengan manja menjawabnya. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.' Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga.

Sebab cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk keluarga kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah, 'Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istrinyapun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya' (HR. Rafi'i).

posted by :agussyafii
Monday, October 17, 2011

Read more: http://agussyafii.blogspot.com

[Tulisan Mas Agus] Ketulusan Seorang Suami



Ada tulisan lagi di blognya mas agus. berikut tulisannya


Ketulusan seorang suami mencintai istrinya begitu indah dan membekas dalam hati. Air matanya mengalir membasahi pipi, rambutnya telah memutih. Laki-laki itu duduk diam membisu, terdengar suara merdu itu melantunkan "Satu Jam Saja" Terbayang wajah orang yang dicintainya, ingin rasanya mengulang kembali pada masa lalu hanya untuk sejenak duduk berdua bersama istrinya yang dicintai. Kini yang telah tiada. Wajahnya, senyumnya selalu dikenang begitu manis. Sampai kemudian istrinya harus menghembuskan napas yang terakhir. Jiwanya tak tertolong lagi. Dirinya shock dan terpukul atas kebergian istri yang dicintainya. Berkali-kali jatuh pingsan, menjadi lemah tak berdaya. Sebagai suami, kini merasakan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.

Air matanya mengalir deras, benda-benda kesayangan, buku-buku, poto-poto yang di dinding terlihat jelas wajah istrinya. Usapan tangan yang lembut, sapaan setiap menjelang tidur membuat dirinya tidak mau memindahkan benda atau apapun yang berkaitan dengan istrinya. Dalam kesendirian, merasuk rasa kesepian, hatinya dipenuhi dengan berbagai tanya, "Ya Allah, mengapa Engkau tidak ambil nyawaku saja? Bukankah aku yang penuh dosa ini yang pantas menghadap kehadiratMu?" Kehilangan orang dicintai menanggung beban yang begitu teramat berat. Ditengah lelah dan perih akhirnya ia menyadari apapun yang telah terjadi adalah ketetapan Allah yang harus diterimanya dengan ikhlas. Kesadaran untuk menerima ketetapan Allah itulah yang menguatkan dirinya agar tetap menjalankan tugas sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya dan bagi sesama dengan aktifitas sosialnya di Rumah Amalia. Kenangan indah akan istri yang dicintainya tetap tersimpan dan menjadi penyembuh luka perih. Kesepian dan kesendirian perlahan menghilang. Ia menemukan makna hidup yang membuatnya semakin lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan lebih peduli terhadap penderitaan orang lain.

posted by :agussyafii

Read more: http://agussyafii.blogspot.com

Kamis, 29 September 2011

Hasil prediksi masa suburku nih...


Dapat ilmu baru lagi buat ngitung masa subur dari bidanku.com. aku print hasilnya

Bagi bunda-bunda yang mo ngitung masa subur (supaya tau dan prepare) alamat url nya http://bidanku.com/index.php?/component/option,com_womancalendar/action,render/josDate,2011-09-11/josML,7/josMP,31/lang,in/
Masukkan tanggal bunda haidh terakhir, interval haidh yakni hari pertama selesai haidh sampai dengan haidh berikutnya. misal bunda haidh tanggal 1 selama 7 hari, bulan berikutnya bunda haidh tanggal 30 maka intervalnya 23 (gitu yang aku baca) sama masa haidhnya deh.. dicoba ya bun....

Selasa, 12 Juli 2011

Tidak Ada Yang Sia-sia





Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(QS. 3:190)(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):` Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(QS. 3:191)

Tidak ada yang diciptakan oleh Allah dengan sia-sia. Semua ada manfaatnya. Pernah ingat waktu SMA dulu. Tentang ikan sapu-sapu. Ikan ini termasuk salah satu ikan yang populasinya banyak dan hidup di air tawar (banyak terdapat di irigasi untuk pengairan sawah).

Ketika orang-orang mencari ikan dengan jaring misalnya di irigasi atau sekitar sawah-sawah dan tanpa sengaja jaring mereka terdapat ikan sapu-sapu, lantas mereka langsung membuangnya. Bahkan ketika berangkat sekolah aku sering melihat ikan itu tergeletak di pinggir jalan raya yang notabene di sisinya adalah irigasi.

Apakah memang tidak ada gunanya ikan sapu-sapu atau masyarakat yang awam akan hal itu? teringatlah aku saat kelas dua, ikut dalam kegiatan karya ilmiah remaja.

Salah satu dari rekan kami menguji-cobakan ikan sapu-sapu. Empedunya, apakah bisa untuk pengobatan (baca:mengurangi) penyakit gula darah atau diabetes. Dan hasilnya, Iya.

Dan, tahukah kamu bahwa penjual siomay, otak-otak atau pempek pinggiran jalan memanfaatkan ikan ini karena tidak mungkin menggunakan ikan tenggiri karena harga jualnya di bawah 5000 rupiah?

Ikan sapu-sapu, hanyalah salah satu contoh yang saya ambil dari hikmah Ayat Allah di atas. Lantas bagaimana dengan kita? Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah paling sempurna di antara makhluk Allah yang lain. Maka ironi jika ada kalimat "Dasar anak yang tidak berguna" Robb.. bagaimana mungkin kami yang Engkau ciptakan demikian sempurna ini tanpa guna? Engkau ciptakan demikian hebatnya?

Tidak ada yang sia-sia, bahkan saat kita tanpa sadar menyesal karena suatu hal pun pasti tidak meninggalkan kesia-siaan. Ada hikmah di balik itu. Hanya kadang kita tak ingin berpikir akibat keluh-kesah serta penyesalan.

Sabtu, 07 Mei 2011

Semua Itu Baik, Insya Allah

Dari Postingannya Kang Abi Zahra di MyQuran.com
Membaca kisah ini insya Allah memberi ibroh bagi kita bahwa, berbaik sangka pada Allah itu sebuah keharusan, agar tetap tawakkal kepada Allah karena Allah Yang Maha Tahu. Segala sesuatunya dikembalikan pada Allah.. Subhanallah
I like this story

[KISAH]

Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh
seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketaqwaan wiridnya.Tiap kali
raja menemui sesuatu yg tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata,
“Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulangi pada
setiap kejadian yg secara dhahir adalah kejadian buruk. Pada suatu
hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh
pengawalnya, jari raja terkena tombak terpotong. Darah pun mengucur.
Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.”

Raja marah memerintahkan pengawalnya utk memenjarakannya.

Saat pengawal ditanya, “Apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu
penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, Semoga ini baik,
insya Allah” Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh
sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat
suku yg menyembah berhala tiap tahun mengorbankan org kpd berhalanya
tersebut. Raja pun ditangkap oleh suku tersebut.

Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tdk lengkap. Mereka pun
menolak mengorbankannya, karena korban harus dlm kondisi yg sempurna.
Raja lalu dilepas dan d ia kembali ke istana.

Akhirnya dia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun
dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau
mengatakan,‘Semoga itu baik, insya Allah." Saat jariku terpotong, aku
menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk
berhala karena fisikku tdk sempurna.

Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia mjawab,
“Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan myembelih saya
sebagai penggantimu”

Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan: "Semoga ini baik, insya
Allah.” Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan pd kehidupan Anda. Amin.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu boleh
jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha
Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS.Al-Baqarah:216)


Tigor Lihu
Sent from my BlackBerry®
 
Efek Blog