http://mlbboards.com
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2015

Anak adalah Hak Allah

Tertampar saya..

Di beranda facebook saya muncul kiriman seorang sahabat yang dishare dari sebuah blog. Tergelitik hati saya ingin membacanya karena kaitannya dengan kehamilan, ya keturunan.

Saya membuka blog itu setelah buka puasa. Perasaan saya langsung haru biru. Tertampar batin saya. Ya, betapa tidak. Setiap saat saya selalu mempertanyakan kapan kami punya keturunan Ya Allah? gurat rindu itu, rasa iri melihat sekeliling, ada yang tengah hamil muda, ada yang jalan-jalan dengan perut besarnya, ada yang mendorong kereta bayi, menggendong anak, menuntun dan ah entah sudah ratusan mungkin kalimat itu selalu terlontar saat melihat adegan senang, gurat bahagia sebuah keluarga dengan kehadiran anak.

Kapan nyusul?
>
Sering saya dilanda sedih dan emosi tertahan jika pertanyaan itu kerap datang. Bukan hanya dari teman-teman, bahkan dari keluarga sendiri. Setiap pulang kampung pertanyaan itu selalu dilontarkan oleh nenekku sendiri, kakaku sendiri, bibiku sendiri. Luka dan nelangsa rasanya. Siapa sangka kehadiran keturunan itu dijadikan ajang susul menyusul. Kapan nyusul? Ah rasanya naif sekali. Karena tak akan ada yang bisa menjawabnya.

Anak adalah Hak Allah

Ya. Lewat blog yang saya baca hati saya tergerus. Betapa tidak, hati ini lupa bahwa keturunan bukan hak saya, bukan hak suami saya. Sepenuhnya hak Allah. seperti tertuang dalam Al-Qur'an Asy-Syuura : 49-50

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (٤٩) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (٥٠) 

Artinya :
Ayat 49 :  
Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,
Ayat 50. :
Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, Dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa
Lantas.. aku terduduk lemas. Aku bersujud dalam tangisku. Betapa tidak aku telah sombong selalu meminta anak yang diartikan seperti meminta hakku. Padahal Allah sudah menjelaskan dengan gamblang, DIA berhak atas keturunan kepada hamba-Nya, Dia berhak atas anak laki-laki, anak perempuan atau keduanya diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau menjadikan mandul kepada siapa yang Dia kehendaki.
Robb.. ini jalan yang Engkau tunjukkan, ayat ini sebagai pelipur lara untuk menuntun hati agar ikhlas menjalani semua ketentuan dari-Mu. Menata hati untuk ikhlas dari terus menggerutu, menata mata dari terus iri melihat pasangan yang sudah berbahagia dengan buah hati dari Allah, menata telinga agar ikhlas dari terpaan omongan siapapun. Kapan nyusul? dua-duanya sehat kan? udah ke dokter belum? minum obat ini biar cespleng.. dan lain-lain. Ikhlas dan ikhlas seperti surat Al-Ikhlas tanpa ada kata ikhlas di dalamnya.
24 Ramadhan 1436H
Ramadhan ini aku berserah

Senin, 29 Desember 2014

Mbah Nun Jauh Di sana

Gambar hanya ilustrasi
Kata suami, fotoku yang bareng Indri - adik ipar - ditaruh si mbah di kantong bajunya.

Empat tahun menikah, ada bersit rindu ingin bertemu dengan beliau.

Mbah, nenek dari suami yang tinggal di Nganjuk - Jawa Timur.

Beberapa kali ngobrol dengan suami ada planning mengunjungi mbah.

Belakangan, tambah ingin saya kesana sekalian liburan. Lebaran kemarin batal. Belakangan pun batal karna saya sudah sering bolos dari kantor karna sakit padahal saya sudah prepare tidak ambil cuti untuk kesana di akhir tahun.

Ya. Planning tinggal planning, rencana manusia. Minggu, selepas makan, mbah dikabari pingsan. Dibawa ke klinik sama Le' Arin. Esoknya senin, mama ditemani dwi dan indri kesana. Saya dan suami kebetulan famgath ke Anyer dari kantor. Sepanjang di bus keingatan terus si mbah. Ngga enak rasanya sampe saya update status di facebook
Ternyata, saat update status itu adalah saat Mbah menghadap Yang Kuasa. Mbah, meski belum pernah melihat wajah mbah secara langsung, di tiap do'aku aku panjatkan pada Allah agar mbah diampuni segala dosa, dilapangkan alam kubur mbah, ditempatkan bersama hamba-hamba Allah yang sholih. Semoga Allah mempertemukan kita di akhirat kelak, Amin Ya Robb

Kamis, 13 November 2014

Sang Pembuat Kue

Di rumah, Karawang, ada penjual kue tradisional namanya Mpo Tihani yang terkenal seantero Tanah Baru (Cie..) kue bikinannya mancappp... maknyuss rasanya meski cuma kue tradisional semacam : Bacang, Apem, Abuk, Dongkal, Putu kering, Putu Mayang dll. Favorit saya bacang, dongkal dan putu kering. 
Penampakan Bacang

Meski sederhana, bacang buatan Po Tihani cuma kelapa tapi enaknya jangan dikata dah.. saya belu menemukan bacang yang enak di Bekasi

Dongkal
Dongkalnya juga maknyuss.. pulen, legit dan manisnya enak

Putu Mayang
Mungkin kalo putu mayang sekarang sudah dimodifikasi dengan berbagai warna. Saya lebih suka warnanya yang alami yakni warna putih

Ketika ibu mengabari kalo Po Tihani lebih disayang Allah daripada kita para penikmat kulinernya, saya terhenyak dan sangat kehilangan. Bukan karena tidak menemukan lagi rasa yang enak dari kue-kue yang dijual orang lain, namun beliau adalah orang yang bersahaja.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Po Tihani dan menempatkan beliau bersama orang-orang yang sholeh, Amin Ya Robb

Rabu, 12 November 2014

Anak sekolah, Mahasiswa dan Budaya

Bulan ini dan di tahun ini tepat 14 tahun yang lalu saya menginjakkan kaki di tempat saya bekerja sekarang sebagai seorang karyawati. Jadi, saya sudah mengenal banyak mahasiswa (red : alumni) dengan berbagai karakter dan tabiat serta polah dalam bergaul.

Dari tahun ke tahun yang saya perhatikan adalah bahwa beberapa dari mereka masih tetap 'cium tangan' saat bertemu dosen dan manajemen. Ya saya senang mereka masih membudayakan seperti itu.

Saya teringat seorang rekan saya yang jadi pembimbing akademik salah satu kelas. 

Kelas yang mayoritas perempuan itu jadi ajang menunjukkan diri satu sama lain. Dan ada satu kubu ngga pernah akur dengan kubu lain. Sampai suatu ketika ributlah mereka karena hal sepele yaitu penampilan. Mahasiswi ini memang cantik, tapi kubu yang tidak suka sama dia mengenal dia dan keluarganya dari keluarga biasa koq bisa pake baju bagus dll. Yang ternyata penampilannya itu ditunjang oleh kakaknya.

Minggu ini saya dihadapkan dengan dilema anak-anak saya yang dua kubu juga, saling perang, saling diam, dan ya sepertinya senang perang di sosial media, saling bully. Karena ketidaksukaan salah satu teman mereka gabung dengan grup yang lain.

Sampe saat ini saya ingin mempertemukan mereka untuk berembuk agar tidak ada lagi kesalahpahaman belum berhasil. Semoga saya bisa untuk meleburkan budaya di kalangan anak-anak muda zaman sekarang yang senang membully, mengolok dll.

Jumat, 10 Oktober 2014

Tamu Kala Itu (Episode Kampus)

Saya dapat aiphone dari depan kalau ada salah satu mahasiswa datang dengan keluarganya ingin bertemu saya. Saya mengernyitkan alis dan mempersilahkan anak tersebut dan keluarganya ke ruangan saya.

Hmmm.. ada gerangan apakah lagi coz minggu lalu anak itu sudah meminta tanda tangan saya untuk pindah kelas ke sore. Saya pikir dia sudah kuliah dan yang menangani dia nantinya adalah rekan kerja saya yang lain.

Dia datang bersama mama papanya. Duduklah mama papanya di hadapan saya. Bertanya pada saya perkembangan anaknya. Saya jelaskan seperti yang anak tsb jelaskan pada saya.

Saya agak kaget melihat reaksi anak itu yang pundung (baca : ngambek) berdiri membelakangi saya dan ortunya. Ditanya sama saya dan mamanya cuma manyun dan geleng-geleng. Saya sampe melepas napas. Sudah jadi mahasiswa tapi menghadapi masalah seperti itu layaknya anak TK yang ngambek sama ortunya minta dibelikan atau diajak kemana.

Ya, akhirnya, ortunya minta ditelponkan kakanya. Tepatnya kaka iparnya agar menelpon balik ke kampus. Ngobrolah saya dengannya panjang kali lebar. Bahwa memang kakanya yang menanggung biaya kuliahnya dan kakanya melihat sudah tidak ada respek anak itu untuk kuliah lagi, lebih senang dengan game online. Baiklah, saya tidak bisa menahan karna memang yang menjalani adalah dia sendiri. Kakanya juga sudah angkat tangan.

Papanya akhirnya membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari kampus. Mama dan anak itu keluar untuk membeli materai. Ngobrollah saya dengan papanya. 

Perjalanan hidup papanya - yang baiknya saya panggil beliau opa seperti yang lain memanggilnya - dengan gamblangnya diceritakannya pada saya. Seperti plong dia bercerita padahal saya orang baru yang dikenalnya. 

Pesan yang secara tersirat dari ceritanya adalah bahwa kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Berasal dari tanah, tinggal di tanah, akan kembali ke tanah, lantas apa yang kita sombongkan? Roda bisa berputar. Hidup gemerlap kemewahan bisa terbalik menjadi nestapa. Apa yang dialami di masa muda beliau sekarang dipetik di usia senjanya. Tapi beliau sekarang menikmati, lebih tenang dan lepas dengan hobby nya menyanyi. Namun, beliau sadar, menyesal karna tidak bisa (Ah tidak, belum bisa pastiya) menjadi papa yang bisa melihat sukses anak bungsunya. Dia sangat ingin melihat anaknya sarjana. 

Saya do'akan opa, kelak Allah membalikkan hati anak bungsu opa untuk mau mewujudkan dan menyenangkan opa di hari tua opa.

Dan, ah.. saya tersenyum kecut saat mama dan anak itu kembali ke ruangan saya, anak itu tersenyum lebar tidak seperti saat masuk tadi. Seperti beban sudah terlepas dengan dia keluar/mengundurkan diri dari kampus. Saya sangat ingin sebenarnya mengungkap apa yang ada di benaknya, kenapa dia tidak mau kuliah?

Banyak sebenarnya yang saya ingin tau dengan berbagi dan bercerita dengan papanya anak itu. Dan banyak pula yang saya ingin dengar dari siapapun di luar sana yang ceritanya, atau kata-katanya bisa saya jadikan muhasabah bagi diri saya.

~ Bekasi, 10 Oktober 2014 ~

Lisna

Sabtu, 27 September 2014

Bertamu di Yogyakarya

Yogyakarta... I'm Coming

Begitulah, senangnya dapat mengunjungi kota yang satu itu untuk kali pertama di sejarah hidup saya. Itupun perginya karena mengiringi anak-anak kampus yang tour ke sana. Ahay..

Dua bus mengangkut (sampah kalii ye diangkut) kami menuju kota pelajar itu. Lewat jalur selatan yang jalurnya, membuat napas saya turun naik. Sport jantung saya. Belum lagi perut saya yang kayak dikocok pengen muntah rasanya. Siap siaga alat bantu (permen dll)

Mengunjungi keraton, pantainya yang tidak bisa sangat saya nikmati karna anginnya yang luar biasa kencangnya, debu beterbangan. Saya dekat bus saja.

Malamnya, jalan ke malioboro. Hmmm... melihat kota ini lebih dekat. Duduk di angkringan bapak siapa saya sempat lupa namanya, bahkan kalau ingat namanya saya keep.

Bertemu bapak penjual angkringan yang dari kali pertama kenal kita bisa menilai kalau bapak ini terpelajar dan penting. Ya, bapak ini memang sempat menjadi orang penting. Ceritalah beliau kepada saya dan kawan saya. Serta bagaimana ia sekarang.

Hidup yang seperti putaran roda. Itulah hikmah yang saya ambil dari cerita beliau. Bagaimana syukur kita dan sabar kita harus selalu ada dalam langkah kita dalam keadaan roda di bawah, apalagi di atas.

Saya ingin ke tempat itu lagi, Insya Allah. Masih banyak yang ingin saya temukan

~ Kisah dari Jogja ~

Lisna

Jumat, 29 Agustus 2014

Balada Kosmetik Korea

Korea.. oh Korea

Negeri gingseng ini lagi digandrungi beberapa tahun belakangan. Terutama di Indonesia. Mulai dari aktor dan aktrisnya, film dan serial dramanya, sekarang lagi marak kosmetik Korea. Pada kepingin wajahnya mulus dan putih seperti orang sana kali ya...

Sebut saja merk Secret key mizon dan lain-lain. Meski harganya bikin kantong bolong tetap laris manis seperti kacang goreng.

Saya termasuk penasaran dengan produk yang lagi rame diributin teman-teman saya. Pengin nyoba tapi masih maju mundur melihat harga dan kelanjutannya. Hmmm... tapi saya lebih penasaran lagi apa iya di negeri Indonesia ini yang melimpah ruah dari sabang sampe merauke banyak yang bisa digunakan untuk mempercantik kulit. Aih... bener lho. coba aja tanya mbah gugel, buanyaak dan saya pengen nyoba secara bahan-bahannya ada di kulkas. Tapi... semua yang diusahain itu harus sabar dan konsekuen alias rutin ya... ngga bis ainstan gitu toh kulit kita punya waktu buat regenerasi. So, masih mau bereksperimen dengan kosmetik macem-macem? Saya masih uji coba dari bahan yang dekat dan sangat murah.. Lain waktu kita share resepnya ya... sekarang baru keliatan sedikiiit banget hasilnya di wajah... udah lembut sih.. kita liat aja...

Senin, 21 Juli 2014

Belanjanya Ke Tanah Abang

"Hari ini melelahkan, UTS sama UAS," kata ci Ayah
"Tuh kan bener dikumpulin jadi satu. Mmmm berarti ayah udah selese dong kuliahnya," melirik
"Berarti minggu besok kita bisa ke Tanah Abang?"
"Iyaaa," kata ci Ayah.... oke deh

Minggu Pagi.
"Ayah, kita berangkat pagi ya. Takutnya kayak waktu itu kebagian parkir lantai 12"
"Mo ngapain pagi-pagi amat"
"Ih si ayah, Tanah abang tuh pagi-pagi udah buka karna jam 3 an udah tutup"
Daaan, dengan sukses si ayah bobo. Ya sudahlah aku nyetrika sebentar selagi ayah bobo.

Sampe jam 8 belum bangun juga. Dibangunin merem lagi merem lagi. Aku mandi duluan. Berangkat baru bisa sekitar jam setengah 9. Mmm nyampe jam berapa ya...

Bekasi sampe dekat Tanah abang lancar jaya tapi begitu turun fly over yang sudah keliatan gedung Blok A olala padat merayap. Susah jalan. Begitu dekat parkiran yang biasa, FULL. Putar balik deh dari blok G buat parkir ke Blok B karena kita merasa ngga aman parkir sembarangan. 

Cari parkiran di blok B rebutan kayak kacang goreng. Dikasih tau sama mas-mas kalo di sebelah sana malah kosong parkiran. Segeralah kami meluncur kesana. 

Huft.. penuh ramai memang itulah Tanah Abang. Yang bikin tambah pusing penjualnya itu lhooo teriak-teriak. #tepokjidatkucing

Muter-muter ngga sengaja ngeliat mukena bali ada tulisan harga di atasnya. Waaah, saya yang tau harga mukena bali itu segera liat-liat. Jadilah saya beli 4 pcs.

Ini toko yang punya si koko Pedro. Padahal jualannya produk muslim #tepokjidat lagi. Tapi si koko tuh sabar banget ngelayanin customer. Saya jadi paling terakhir karena memang banyak yg saya lihat-lihat dan dibeli. Kalo ditanya harganya berapa si koko pedro dengan entengnya bilang "udah soal harga gampaaang," waduuuh.... kalo ni toko komplit apa yang saya cari ada semua aka one stop shopping saya berhemat banyak nih.... cape terbayarkan jendralll!!

Tips ya buat yang belanja ke Tanah Abang apalagi mau lebaran :
1. Siapkan fisik dan iman pasti lelah dan tukang jajanan seliweran. Saya aja ditawarin minuman sama abang-abangnya, tegas saya jawab "Puasa bang...."
2. Berangkat pagi-pagi coz Blok B aja parkirannya jam 5 udah buka tuh sekalian bantuin buka toko :D
3. Jangan maksa belanja di Tanah abang bawa baby cilik oh No.. kasian lah babynya
4. Cari barang liat-liat juga penjualnya. Kalo sabar bisa dapat barang berkualitas tapi harga cincay lah...
5. Kekep dompet, bikin list yang mau dibeli takut kalaaap

Selasa, 15 Juli 2014

Menulis Lagi


Saya pernah berhenti menulis
Saat saya hanya merasakan bahwa diri ini punya saya
Padahal, saya sama sekali tidak berhak atas diri ini, mengontrol diri sendiri hanya semau dan sesuai kehendak sendiri sehingga saya betul-betul kehilangan jati diri saya.

Kemarin, saya teringat kembali blog saya, tempat saya bertutur menuangkan apa yang mau saya bagi. Saya sampai lupa pasword saya saking lamanya vakum. Alhamdulillah, saya kembali lagi merangkul blog pribadi saya ini, mengetikkan kata demi kata dan berbagi apa saja yang mau saya bagi. Indahnya hidup jika mau berbagi meski cuma lewat kata-kata dan tulisan semata. Namun jika kita bisa petik hikmah dari tiap helaan napas kita, akan banyak i'tibar yang bisa kita ambil. Insya Allah

Mari menulis

15 Juli 2014, 17 Ramadhan 1435 H
Ipit Lissa

Senin, 24 Februari 2014

Catatan untuk adik-adikku


sebuah catatan atas riweuhnya kondisi saat ini #
Dik, kita memang beda generasi. Aku sarapan sambal terasi dibungkus daun pisang, kamu makan roti isi keju dibalut tisu. Bukan cuma itu yg buat kita berbeda. Aku sekolah jalan kaki paling banter naik sepeda, kamu minimal bawa motor sendiri atau diantar. Aku sepulang sekolah harus istirahat dan mengerjakan PR ku karena sore harus pergi ke langgar untuk mengaji sedang kamu hang out bersama teman-temanmu.

Aku juga berbeda denganmu, Dik. Aku belum paham apa itu cinta di usia remajaku. Yang aku tau, ada rasa malu saat ia lewat di depan kelasku. Melihat genteng rumahnya jantung sudah berdegup kencang. Tidak berani aku bertemu dengannya. Diapun begitu. Karena bapak, ibu, kakek, nenek begitu ditakuti sampai-sampai tidak berani dia apel padaku. Jadilah kami hanya bisa memandang punggung dari kejauhan. Lucu kelihatannya tapi seperti itulah Dik, kami hanya mengerti itu.

Beda denganmu Dik. Kamu akan menjawab dengan fasihnya begitu ditanya apa itu cinta. Menjabarkan dengan gamblang apa itu pacaran. Padahal usiamu belumlah kamu pahami maknanya. Kamu sudah berani nembak duluan karena takut dia diambil orang. Dan, kamu juga sudah tidak menutupi lagi untuk jalan berduaan karena itulah penafsiranmu tentang cinta dan pacaran.

Tapi pernahkah kamu tau isi hatinya apakah benar dia mencintaimu atau hanya sekedar di mukutnya saja? Pernahkah kamu mendefinisikan jika dia sayang kamu dia akan menjagamu terutama menjaga kamu darinya. Tahukah Dik bahwa dia laki-laki dan kamu perempuan.

Dan tahukah Dik, apakah dia akan cukup hanya dengan memegang tanganmu saja? Apa tidak ada yg lain yg akan dia pinta? Apakah dia menjajankanmu makan siang, makan malam, beliin kamu baju, sepatu, ngajak kamu nonton, rekreasi, itu tanpa pamrih? Apa dia tidak akan meminta pipimu dan naudzubillah... Kehormatanmu. Dan dirimu dengan 'polosnya' nurut apa katanya. Bahwa dia akan mutusin kamu, bilang kamu ngga sayang dia, memukulmu dll jika kamu tidak mau. Jadi kamu mau menyerahkan kehormatanmu satu2nya yg tidak bisa digantikan dengan apapun kepada orang yg kasar yg belum jadi suamimu saja sudah berani memukulmu? Jadi kamu percaya saja dengan ucapannya dia akan tanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu? Hey.. Bangun! Dia berani berduaan denganmu, menjamahmu, mau ditanggung jawab dengan apa? Menikahimu? Oh tidak.. benarkah Dik sedangkal itu kamu menafsirkan dia cinta kamu?

 Dik, kita memang berbeda semuanya. Tapi kehormatan kita sama dan CINTA sejatinya tetap sama. Bahwa jika dia mencintai maka dia akan menghormati. Dia tidak akan merusak masa depanmu

# Sebuah goresan atas mirisnya hati #

Lisna - sebuah catatan yang ingin kubagikan untuk perempuan -adik-adikku- karena betapa berharganya dirimu dan aku menyayangi kalian (Tanahbaru-Karawang 24 Februari 2014 - 1 1/2 bulan saat sakit mendera)

Selasa, 04 Desember 2012

Baiti Jannati

Rumah..
Siapa yang nda kepengen memiliki ini. Siapa pula yang maunya hidup kontraktor terus.. mungkin ada dan kenyataan memang ada dengan kondisi anak-anak yang sudah dewasa, laki-laki dan perempuan, tinggal berhimpitan di rumah kontrakan 3 petak. Tak terbayang tumpleknya saat tidur seperti apa karna sudah dewasa semua dan seharusnya anak-anak memiliki kamar sendiri-sendiri.

Rumah, Yap.. jadi salah satu impian kami. Rumah mungil untuk kami sekeluarga yang asri.disamping atau di bagian dalam rumah diberi space untuk ruang berkumpul keluarga dengan view kebun yang sejuk dan gemericik air. Yang pasti, kami ingin punya rumah yang dibarokahi Illahi. Malaikat pun masuk ke rumah kami, Baiti Jannati...

Insya Allah, kami tetap ikhtiar untuk mewujudkan ini disertai do'a.

Hmm.. gimana jadinya kalo punya rumah seperti ini..
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/03/14/article-1257869-08B6DEE0000005DC-787_634x379.jpg

Atau yang ini

http://www.impactlab.net/wp-content/uploads/2008/09/1-crazy-house-524.jpg

Unik ya...

Kamis, 27 September 2012

di Jalan Raya Sultan Agung

di Jalan Raya Sultan Agung
Ada mata bening terbingkai indah Menatap dengan teduh Bergegas menghampiri lalu mencium tangan ini Seraya tersenyum, ketulusan Ada debar rindu tiap kali berlalu dari rumah itu Rumah sejuk Rumah yang terdengar riuh rendah Gelak tawa Bahkan suara memperebutkan sesuatu Tawa mungil, kepolosan Robb.. sampaikan waktu hamba untuk kembali ke sana Sampaikan rizki hamba untuk melangkah ke sana Sampaikan tangan hamba untuk menjabat mereka

Rabu, 18 Juli 2012

Tambah endut

Jadi ingat iklan salah satu vitamin anak yang jadi jargon
"Bajuku dulu tak begini, tapi kini tak cukup lagi" 
Gitu kali ya melihat pertumbuhan badan kami berdua.
Kalo aku, setiap orang yang kenal aku dan beberapa lama kita ngga nemu pada bilang "Mba gemukan. Lagi hamil ya?"
Amiiiiinnnn... Ya Robbal 'alamin. Aku aminkan saja.
Ucapan adalah do'a. Yang baik, Insya Allah diijabah oleh Allah SWT pada waktunya. Si abang, "Waah.. Mas Aji tambah subuuur," demi melihat badannya yang super drastis.
Perutnya aja keliatan ndut :)
Sebelum nikah baju M aja muat, sekarang (hmm..) XL bu... Extra Large!
Subhanallah...
perkembangan tubuh suamiku. Kalo dibilang tambah ndut ma orang-orang, dengan nyante dia bilang "istriku ngasih makan yang enak terus. jadi gini deh.."
Alhamdulillah.. abang tetap sehat. Itu yang penting.
 Mungkin bukan kami aja yang ngalamin. Sebagian dari pasangan-pasangan setelah menikah mengalami yang namanya 'nambah ukuran baju'
ihiks.. Ga apa-apa, yang penting sehat wal'afiat.
Amin Allohumma Amin

Senin, 18 Juni 2012

Jualan Batik

Alhamdulillah.. Wa Syukurilah, belajar jualan kecil-kecilan.
Memulainya ga mudah. Sampe sekarang berjalan 1 bulan lebih pun ga mudah. dari mulai dikejar-kejar yang mesen.
Dibalikin lagi tuh batiknya, ampe minta tuker padahal dah ditangannya berhari-hari.
Jadi pelajaran buat kita sebelum mereka pesan atau ambil di warning dulu kalo serius ga bisa dikembaliin.
 rempong habisnya sampe kemarin batik numpuk karena pesenan pada minta tuker.
Tapi.. sabar. itu kunciny. Insya Allah, akan ada kebaikan di balik kejadian ini. pelajaran berharga. memulai suatu bisnis itu ga mudah.
perlu modal dan sabar. Semoga ini makin baik dan someday... pengen punya toko offline sendiri..Insya Allah

Senin, 02 Januari 2012

Berbaik Sangka Sama Allah

Allah, sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jika hamba-Nya berprasangka baik kepada Allah, maka Allah pun akan merealkan hal itu. Sebaliknya, jika hamba-Nya bersu'udzon pada-Nya, itulah yang didapat oleh si hamba.

Robb.. dari balik relung hati, tanamkan rasa husnudhzon itu kepada-Mu.
Robb... dari relung jiwa, kuberserah diri kepada-Mu

Seperti kalimat.
Jangan katakan "Wahai Allah, masalahku sangat besar. Tapi katakanlah, Wahai masalah, Allah itu Maha Besar"

Aku hamba-Mu yang tak punya apa-apa. Lahir tak membawa apa-apa. Segala yang aku alami aku upayakan semampuku. Hasilnya, Engkau-lah Yang Maha Tahu. Pasrah dan sujudku kepada-Mu

Selasa, 22 November 2011

Milad Pernikahan

Bulan ini, Senin depan Insya Allah milad pernikahan kami yang pertama. Tak terasa, tiga ratus lima puluh sembilan hari hingga hari ini kami telah bersama, merajut bahtera rumah tangga menuju ridho Illahi, Insya Allah.

Ada do'a yang indah yang diucap Ust. Yusuf Mansyur di milad pernikahannya
seperti dikutip oleh http://ya2nya2n.multiply.com/reviews/item/58

Permohonan Doa untuk Milad Pernikahan Yusuf Mansur & Maemunah yang ke-10

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dear Jamaah yang dirahmati Allah... Di tengah banyak yang belom berjodoh, Allah kasih saya dan Maemunah, Senen, 3 Ramadhan, berultah pernikahan ke-10. Terlalu banyak karunia Allah buat kami; kehadiran 4 anak; Wirda, Qumii, Kun, Haafidz, dan bahkan 2 yang pertama udah mulai berproses menjadi penghafal al Qur'an, dan lumayan enteng bangun malam; dan karunia-karunia yang lain, di antaranya jalan dakwah, jalan amal, dan jalan ibadah berupa Daarul Qur'an dengan segala programnya. Insya Allah, dengan doa jamaah sekalian, akan membuat saya dan istri menjadi orang yang bersyukur, terlindung dari bala, dari bahaya, dari musibah. Insya Allah dengan kemurahan doa dari semua yang menerima berita ini, saya dan Maemunah akan bisa menjadi ayah dan ibu yang baik untuk anak-anak kami, menjadi anak yang baik buat orang tua kami, menjadi mantu yang baik buat mertua kami, menjadi saudara yang baik buat saudara kami, bisa menjadi teman yang baik untuk teman kami, bisa menjadi tetangga yang baik buat tetangga kami, bisa menjadi ustadz yang baik buat jamaahnya, bisa menjadi murid yang baik buat guru-guru kami, bisa menjadi pimpinan pondok yang baik buat pondoknya, pengasuh pesantren yang baik buat keluarga besar pesantren Daarul Qur'an, dan seterusnya. Juga agar pernikahan kami menjadi pernikahan yang berkah, sakinah, mawaddah dan rahmah. Buat kawan-kawan dekat yang ada anak-anak asuh dan anak-anak didiknya, semoga berkenan menghadiahkan bacaan Surah Yaasin, al Waaqi'ah, dan Tabaarok untuk kami. Di malam ini, kami duduk bersimpuh di hadapan Allah, dan berdiri untuk munajat kepada semua yang belum berkeluarga, agar segera berkeluarga. Buat mereka yang belom beroleh anak keturunan, agar beroleh anak keturunan. Buat mereka yang sedang ribut, agar Allah damaikan. Buat mereka yang rumah tangganya gersang, agar Allah tentramkan. Buat mereka yang sedang susah rumah tangganya, agar Allah berikan jalan keluar buat kesusahannya. Buat mereka yang bermasalah di dalam kehidupannya dan kehidupan rumah tangganya, agar Allah jadikan dirinya sabar, syukur, dan yakin akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Semoga doa-doa kita diterima Allah 'azza wajalla. Apalagi doa-doa ini dipanjatkan di bulan yang diijabah semua doa. Amin. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Yusuf Mansur & Maemunah.


Robb.. Kuatkan tali pernikahan kami, agar kami saling mencintai karena-Mu. Beri kami keturunan yang baik, anak-anak yang sholih dan sholihah.
Amin Ya Robbal'alamin.. Robb, semoga Engkau berkenan mengabulkan do'a-do'a kami.

Sabtu, 29 Oktober 2011

[Catatan] Dua Insan ~ Part I

Mungkin ada banyak kisah sebagai ibroh, inspirasi dan motivasi buat setiap pasangan secara umum, khususnya aku dan my hubby.

Tadi pagi nerima telepon dari sahabatku di SMA dulu. Dia cerita kalo ada pasien di rumah sakit tempat dia bekerja melahirkan anak pertamanya. Anak pertama yang lahir di usianya yang tak lagi muda. Usia ibu tersebut sekitar 40an. 15 tahun menikah belum dikaruniai buah hati.

Ibu tersebut sempat membantu memelihara keponakannya sejak bayi. Namun, saat beranjak besar, diambil lagi oleh keluarga ibu kandungnya. Sudah terlanjur sayang kata si ibu itu. Anak kucing aja bisa diambil pemiliknya, apalagi ini anak manusia. Biar saja dia kembali ke keluarganya. Kata si ibu itu bijak.

Tidak lama menjelang, dia merasa perutnya kog begah terus. Seperti ga nyaman. Akhirnya dia periksa ke dokter. Ternyata... Subhanallah, Ibu sedang hamil. Karena postur tubuhnya yang cukup besar membuat perutnya seakan gendut biasa. Dia tidak merasakan apa-apa. Padahal sudah bersemayam janin itu beberapa bulan lamanya. Dia tak menyangka dan tak kuasa menahan haru saat mengetahui dirinya tengah mengandung. Meski akhirnya bayi itu lahir prematur.

Robb.. Engkau tunjukkan kuasa-Mu pada hamba-hamba-Mu yang senantiasa tawakkal, senantiasa sabar. Seperti Engkau kabulkan permohonan Nabi Ibrahim untuk memiliki putra di usianya yang sudah renta.
Seperti Nabi Zakaria yang berdo'a pada Engkau untuk mendapatkan keturunan

Surah Ali-Imran[3]:38

هُنَالِكَ دَعَازَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَآءِ

Di sanalah Zakariya mendo'a kepada Rabbnya seraya berkata:"Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a".

Surat Al-Anbiya : 89

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لاَتَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabbnya:"Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.

Robb... beri kami kesabaran sebaik-baik kesabaran hamba-Mu yang sabar

Kamis, 27 Oktober 2011

[Catatan] Seorang perempuan ~ Part I

Perempuan, sosok yang lembut, perasaan yang lebih dahulu berbicara sebelum berpikir, pribadi kuat dalam rapuhnya, yang lemah dalam tegarnya.

Perempuan,
Saat dirinya melajang, diucapkan padanya untuk lekas melepas lajangnya
Saat dirinya telah melepasnya, dituturkan padanya, lekaslah menjadi ibu karena belumlah lengkap baginya

Perempuan,
Yang diam-diam terluka karenanya
Menjadi pilu dalam diamnya
Meski ia tidak merasa sendiri
Namun gumamnya berkata lain
Seperti malam ini nelangsa menderanya
Ada tetes menyeruak dari balik kaca matanya
Sang pujaan hati meraba hatinya 'ada apa? Kamu sakit?'
Dia hanya menggeleng dalam diam
Dia tak sendiri tapi gumamnya merasa sendiri

~ Perumnas 1, 27 oktober 2011 ~
Setelah lelah berjuang seharian

Senin, 22 Agustus 2011

Alhamdulillah.. Masuk 10 Besar



Malam-malam lihat woro-woro ada lomba desain khusus emak-emak. Yupsz.. lomba desain e-card idul fitri 1432 H nih. Ikut..ikut.. meski begadang berapa hari buat nyelesain 3 design. Ampe ngantuk-ngantuk siangnya. Pas design yang ketiga Masya Allah, ide mentok. Ga tau mesti bikin kek gimana. dah muter-muter cari ide yang ada buntu. itulah jika dipaksakan malah gitu. Tapi jika ngga terkadang ngalir gitu aja. design means kreasi. Apa yang ada di otak ya di asah dan diolah. ga bisa dia tiba-tiba harus nongol karena memang dia ngga mo nongol. Dia tiba-tiba aja, tuiing.. dengan hebatnya berdatangan. Jadinya yang ketiga itu koq gitu ya. Dah deadline padahal. Yasutralah.. jalani aja. Tadi siang liat woro-woro si teteh tentang finalis 10 besarnya. Sreeet... aku roll ke bawah. Gleek.. dah nelen ludah karna tidak melihat karyaku di sana. Tak tarik lagi roll ke atas. Subhanallah.. itu..itu.. yang warnanya beda sendiri, gothic gitu kan karyanya si ipit lissa. Alhamdulillah... akhirnya salah satu ada yang lolos juga. Amin Ya Robb.... Semoga aja menang, Insya Allah. Usaha sudah, maksimalkan dengan woro-woro buat votenya. Truss..jangan lupa do'anya.

Link gambar:

http://www.facebook.com/Disain.WinterMelon?ref=ts

klik like

selanjutnya ke link

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=257456920939206&set=a.260878617263703.71332.134961876522045&type=1&theater

kasih jempoltnya ya

Kamis, 07 Juli 2011

CurhaTan iBu muDa


Sesuai dengan judul, apalagi yang dicurhatin perempuan yang baru menikah kecuali curhatan naluri keibuannya. Yap.. kehamilan. Pasalnya, setiap bertemu orang pasti yang ditanyakan "dah isi belum?" (what the meaning of 'isi' ? Isi nasi? Xixixi) ya itulah, dah ada dede belum dalam perut ibu?
Hmm.. Secara kasat mata satu dua orang bertanya seperti itu ga apa-apa. Kalo setiap ketemu orang, cape mikirnya. Lho koq dipikir. Iya, apa ga ada pertanyaan lain selain itu? Secara tidak sadar pertanyaan mereka akan terbawa terus keseharian. Yang ada malah timbul rasa iri melihat perempuan lain yang lagi hamil, melihat ibu lain yang menggendong anaknya. Kapan ya saya punya momongan? Yang berujung jadi kesedihan. Bukan tidak mungkin pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang sekeliling membuat penat dua orang insan yang baru berumah tangga. Manalagi beberapa di antara mereka dengan santainya tanpa merasa bersalah (bahkan aku bilang secara tidak langsung melupakan satu hal, apa itu?) "lembur donk.. Biar hasil" atau yang lain bilang "minum ini.. Minum itu.. Biar...."
Whatever...
Aku menghela napas. Manalagi membaca tulisan bang achoer di MyQ. Menunggu bulan. Yup! Bagi pasangan suami istri yang ingin punya momongan, menatap kalender bukan cuma nunggu tanggal gajian. Tapi nunggu juga tanggal si tamu datang ga ke istrinya. Jika dia datang, suami akan bilang, nunggu bulan berikutnya. Jika telat, dag-dig-dug hati keduanya. Cuma telat sesaat ataukah...?

Pelipur laranya, saat seorang ustadz memberikan tausiyahnya untuk menyibak kegalauan hati sepasang insan itu. Apa kata beliau? "anak itu bukan bikinan istri. Anak bukan buatan suami. Bukan bikinan suami istri. Anak adalah Allah yang memproduksi. Lingkungan seakan mendramatisir kalo belum punya anak orang tuanya ga bisa bikin. Lha emangnya si ibu yang bikin? Ibu mah bisanya bikin masakan. Kalo si ibu yang bikin, request lah si ayah. Kata si ibu terserah yang bikin. Si ibu nge fans sama Tao Ming Tse (bener kaga ya nulisnya) dibikin kek gitu. Atau demen banget sama Aishwarya Ray, dibikin kek gitu. Atau kalo si ayah yang bikin pengennya botok (apaan sih) dibikinlah kek bla..bla..bla.. Pertanyaannya Apa bisa? Kalo bapa or ibunya yang bikin atau kedua-duanya yang bikin bukan tidak mungkin di dunia ini semua orang pengen bikinnya yang cantik dan ganteng. Lha si ibu bikin kue aja kadang-kadang bantet. Masak aja kadang-kadang keasinan. Apa bisa kalo bikin anak?

Nah itulah.. Anak bukan ciptaan or bikinan emak bapaknya. Anak ciptaan Allah, Allah yang bikin. Lupa bagaimana penciptaan manusia? Lupa bagaimana penciptaan nabi Adam As? Allah ciptakan manusia dari tanah. Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya, dititipkan di rahim seorang perempuan. Allah lah yang Maha Berkehendak. Kehendaknya menciptakan seperti apa? Kehendaknya menciptakan untuk siapa dan kehendaknya pula kapan dititipkan. Jadi, Allah Maha Tahu waktu yang tepat untuk pasangan menerima amanah dari Allah itu. Sering, ini yang kita lupakan. Naudzubillah...

Seperti ada teman si abang yang bilang "Santai aja. Nti juga waktunya dikasih ma Allah mah bakalan dikasih. Sekarang mah disuruh pacaran dulu. Saya aja 3 tahun baru ada"

Kata-kata seperti itu jarang aku temui keluar dari orang-orang terdekat. Yang ada malah untuk guyonan. Waah.. Suaminya ga greget nih. Bla..bla..bla..

Robb.. Terima kasih atas bimbingan Engkau hingga menguatkan aku dan suamiku. Terima kasih karena masih ada di sekelilingku orang yang tidak kufur akan nikmat-Mu lantas mengesampingkan Engkau dengan kembali ke akal mereka.

Robb.. Kami percaya bahwa Engkau Maha Tahu kapan saat indah Engkau percaya mengamanahkan buah hati kepada kami seperti kami percaya saat indah itu tiba saat kami menunaikan sunnah Rosul-Mu yang penuh perjuangan itu. Seperti saat ini Ya Allah.. Perjuangan tak terhenti, do'a terjalani, dan keyakinan tumbuh di dasar hati kami. Kami serahkan urusan ini pada-Mu. Kami hanyalah makhluk-Mu yang lemah. Yang hanya bisa ikhtiar & do'a namun hasilnya ada pada-Mu. Robb.. Kuatkan, sabarkan dan ikhlaskan kami atas segala ketentuan-Mu.

~ dari balik badan yang tengah terbaring lemah, 07 juli 2011 ~
 
Efek Blog