http://mlbboards.com
Tampilkan postingan dengan label Love Jouney. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Jouney. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

di LISNACOLLECTION

LISNA COLLECTION

adalah Fan Page yang belum lama kubuat.selama ini kalo jualan masih gabung dengan FB yang biasa. Untuk lebih termanage dan terarah kubuatlah FanPage dengan cara klik ke sini Fanpage FB
ikuti petunjuk step by step dan taraaaa... jadi deh Lisna Collection yang hingga tulisan ini kubuat baru dapat like 50 orang. Baiklah.. it's ok.. semoga nanti makin banyak, Amin

Lisna Collection menjual baju-baju dari mulai baju anak-anak hingga dewasa. Salah satunya baju ini,


Yang berminat, yuk berkunjung ke Lisna Collection

Rabu, 28 November 2012

Sayang, 2 Tahun sudah

Bismillahirrohmaanirrohiim Alhamdulillah.. Wa Syukurillah
Tujuh Ratus Tiga puluh Hari telah Allah izinkan aku bersama dengan laki-laki pilihan itu. Melewati hari baru berdua dengannya di sebuah rumah petak yang dalam tempo selama ini tiga kali kami pindah tempat. Rumah mungil yang Alhamdulillah menaungi kami dari panas dan hujan.

Rumah petak yang kami sewa sampai dengan dua juta per enam bulan. Ada tawa di sana, senda gurau, bercengkerama Ada tangis di sana, kesalahpahaman, diam-diaman. Ah.. aku lebih suka yang pertama Karna ketika saling diam, sepi rasanya

Ada lucu ketika si Abang belajar masak :D
Kadang gosong.. kadang hambar
Tapi.. enak :D Enak
karna tinggal makannya ;)

Robb.. semoga Engkau melapangkan waktu kami,
kebersamaan kami agar kami makin saling menguatkan,
saling mengingatkan satu sama lain
Saling mengisi, saling melengkapi
Tak ada yang kami harapkan selain ridho-Mu untuk rumah tangga kami
Hiasi perjalanan kami dengan SaMaRa ya Robb..
Dan dilengkapi dengan tawa mungil dambaan kami
Kami berserah diri Ya Allah
Kami yakin, rahasia indah tengah Engkau persiapkan untuk kami

Sabtu, 12 Mei 2012

Kebun Raya Bogor

Pulang nginap dari Rawa Pasung, niatnya mo beli sarang semut di GOR Bekasi. Di jalan si abang ngajak jalan-jalan. Maklum dah lama ga jjs berdua ;) tercetuslah pengen k kebun raya bogor. Padahal dah siang. nyampe sana bisa siang bener.

Yawudah, setelah dari GOR kita siap-siap berangkat ke stasiun. Naik commuter line. langsung beli tiket ke Bogor takut ga sempat beli di Jati negara. Gak taunya, commuter line ke Bogor jam 12 kurang. jadilah kita naik KRL ekonominya. biarin aja deh.. itung-itung amal ma KAI he..he..
Bener-bener diajak muter-muter. wisata stasiun ini mah. nyampe bogor dah siang bener. jam setengah 1 lewat. disambut guyuran hujan lagi.
Alhamdulillah.. sebagai barokah sepasang manusia. cie.. Maem terus sholat. Habis itu ke kebun raya deh.. bener-bener banyak yang bobogohan jigana mah. kalo bobogohan kek kita berdua sih halal...

Muterin kebun raya badan serasa remuk. kaki kapalan.. Kesampean juga deh ke kebun rayanya. Pulangnya, akal lebih cemerlang x ya.. ngapain transit di jatinegara. di Manggarai aja deh. Alhasil, 1 jam lebih awal dah nyampe... Alhamdulilah..

Selasa, 06 Maret 2012

Selangkah Senyum, Spirit of Motivation

Perjalanan pernikahan ini mungkin boleh dibilang baru kemarin sore. Masih tahap 'pacaran'. Masih senang jalan berdua. Masih berpikir untuk berdua. Menikmati rumah tangga apa adanya. Serasa belum apa-apa dan seperti baru kemarin ijab qobul itu dilakukan. Di atas kertas, 1 tahun 3 bulan 1 minggu telah beranjak semenjak buku merah dan hijau itu kami terima.

Namun, perjalanan ini mungkin boleh dibilang merangkak lambat. Saat gandengan kami cuma berdua. Belum ada 'cengceremet' ngerecokin. Saat makan cuma berdua. Bersih dan rapih. Belum ada yang makannya berceceran di lantai. Masih yang terdengar bunyi tuts keyboard saat malam atau suara tv dari ruang depan. Belum ada teriakan centil atau celoteh indah. Terasa lambat, manalagi melihat hijau rumput tetangga.

Sampai 1 tahun usia pernikahan, waktu serasa mengejar dari arah mana saja. Bertemu masa subur demikian indah dan merana manakala menunggu bulan lagi.Begitu berulang-ulang.Cari info kesana-kemari. Makan ini makan itu, konsul sana konsul sini, pake ini pake itu, proses ini proses itu. Lantas ketika harapan berujung belum datang, nelangsa kembali. Hampa sepertinya.

Kenapa hampa?

Karena ada yang tidak 100% dilibatkan, Allah Robbul izzati. Semua pasti akan terasa lambat bahkan sangat lambat. Karena tidak bisa dipungkiri seakan ngotot bahwa apa yang kita upayakan hasilnya akan sesuai dengan kemauan kita.

"

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. 42:49)

atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki.Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. 42:50)

"

Maha benar Allah atas segala firman-Nya

Kembali pada Allah, libatkan 100% kehidupan kita. Tak ada yang luput dari pengawasannya. Seandainya Allah berkehendak, sperma yang dikucurkan di batu niscaya aka keluar anak. Seperti Allah berkehendak menciptakan anak di dalam guci Habil. Seperti Allah berkehendak memberi Nabi Yahya Alaihissalam kepada Nabi Zakaria Alaihissalam diusianya yang tak lagi muda dan kondisi istrinya yang mandul. Tak ada yang tidak mungkin. Subhanallah..

Mau episode yang mana? yang atas ataukah yang di bawahnya. Kita yang menjalani, kita yang ikhtiarkan.

Bissmillaahirrohmaanirrohim..
Hantar hamba dan suami ya Robb, menjadi bagian dari hamba-hamba-Mu yang pasrah akan ketentuan-Mu

~ 6 Maret 2012, Setapak langkah dalam senyum~

Minggu, 12 Februari 2012

Mengenalmu

Mengenalmu dalam tiap mata ini terbuka adalah anugerah terindah dari Allah
Melihatmu dalam tak berkedip

Ayunkan langkah bersama
Optimiskan diri bahwa tidak ada yang sia-sia

Seperti ucapmu
"Ade yang sabar ya.."

Selasa, 22 November 2011

Milad Pernikahan

Bulan ini, Senin depan Insya Allah milad pernikahan kami yang pertama. Tak terasa, tiga ratus lima puluh sembilan hari hingga hari ini kami telah bersama, merajut bahtera rumah tangga menuju ridho Illahi, Insya Allah.

Ada do'a yang indah yang diucap Ust. Yusuf Mansyur di milad pernikahannya
seperti dikutip oleh http://ya2nya2n.multiply.com/reviews/item/58

Permohonan Doa untuk Milad Pernikahan Yusuf Mansur & Maemunah yang ke-10

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dear Jamaah yang dirahmati Allah... Di tengah banyak yang belom berjodoh, Allah kasih saya dan Maemunah, Senen, 3 Ramadhan, berultah pernikahan ke-10. Terlalu banyak karunia Allah buat kami; kehadiran 4 anak; Wirda, Qumii, Kun, Haafidz, dan bahkan 2 yang pertama udah mulai berproses menjadi penghafal al Qur'an, dan lumayan enteng bangun malam; dan karunia-karunia yang lain, di antaranya jalan dakwah, jalan amal, dan jalan ibadah berupa Daarul Qur'an dengan segala programnya. Insya Allah, dengan doa jamaah sekalian, akan membuat saya dan istri menjadi orang yang bersyukur, terlindung dari bala, dari bahaya, dari musibah. Insya Allah dengan kemurahan doa dari semua yang menerima berita ini, saya dan Maemunah akan bisa menjadi ayah dan ibu yang baik untuk anak-anak kami, menjadi anak yang baik buat orang tua kami, menjadi mantu yang baik buat mertua kami, menjadi saudara yang baik buat saudara kami, bisa menjadi teman yang baik untuk teman kami, bisa menjadi tetangga yang baik buat tetangga kami, bisa menjadi ustadz yang baik buat jamaahnya, bisa menjadi murid yang baik buat guru-guru kami, bisa menjadi pimpinan pondok yang baik buat pondoknya, pengasuh pesantren yang baik buat keluarga besar pesantren Daarul Qur'an, dan seterusnya. Juga agar pernikahan kami menjadi pernikahan yang berkah, sakinah, mawaddah dan rahmah. Buat kawan-kawan dekat yang ada anak-anak asuh dan anak-anak didiknya, semoga berkenan menghadiahkan bacaan Surah Yaasin, al Waaqi'ah, dan Tabaarok untuk kami. Di malam ini, kami duduk bersimpuh di hadapan Allah, dan berdiri untuk munajat kepada semua yang belum berkeluarga, agar segera berkeluarga. Buat mereka yang belom beroleh anak keturunan, agar beroleh anak keturunan. Buat mereka yang sedang ribut, agar Allah damaikan. Buat mereka yang rumah tangganya gersang, agar Allah tentramkan. Buat mereka yang sedang susah rumah tangganya, agar Allah berikan jalan keluar buat kesusahannya. Buat mereka yang bermasalah di dalam kehidupannya dan kehidupan rumah tangganya, agar Allah jadikan dirinya sabar, syukur, dan yakin akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Semoga doa-doa kita diterima Allah 'azza wajalla. Apalagi doa-doa ini dipanjatkan di bulan yang diijabah semua doa. Amin. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Yusuf Mansur & Maemunah.


Robb.. Kuatkan tali pernikahan kami, agar kami saling mencintai karena-Mu. Beri kami keturunan yang baik, anak-anak yang sholih dan sholihah.
Amin Ya Robbal'alamin.. Robb, semoga Engkau berkenan mengabulkan do'a-do'a kami.

Suami Yang Murah Hati dan Istri yang Mensyukuri


Dari link http://ceritapasutri.blogspot.com/2011/08/suami-yang-murah-hati-dan-istri-yang.html
(Link Kang Ian)Kadang sewaktu kita masih berstatus single atau melajang, kita seakan tidak pernah mempermasalahkan kondisi keuangan kita. Ini bagi yang sudah bekerja dan bisa mencukupi kebutuhan dirinya saja, tapi bagi yang sudah menikah, kondisi keuangan keluarga seakan menjadi prioritas utama dimana perkaranya sudah dinomorsatukan dan juga berperan aktif dalam menopang kokohnya rumah tangga.

Banyak konflik yang terjadi dalam rumah tangga disebabkan kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil atau cenderung kurang. Seringnya, pihak suamilah yang sering menjadi kambing hitam dalam permasalahan ini. Bukan karena saya berstatus seorang suami loh ya.. tapi kadang sering adakalanya seorang istri tidak bersifat qona'ah dan menerima kondisi keuangan suami. Apalagi sumber keuangan tersebut hanya dari pihak suami saja, maka mungkin di satu sisi akan terasa berat permasalahan ini.

Sebenarnya, pemberian nafkah kepada istri merupakan kewajiban yang sangat nyata bagi para suami. Karena Allah menyatakan dalam firman-Nya (yang artinya):

"Kaum laki-laki itu pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.. (Q.S. An-Nisa' :34)

Dan juga sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Hakim bin Mu'awiyah al-Qusyairi dari bapaknya berkata: Aku bertanya: " Ya Rosulullah, apa saja hak-hak istri salah seorang diantara kita yang menjadi kewajiban suaminya?" Beliau pun menjawab:
"Kamu memberinya makan bila kamu makan dan kamu beri pakaian bila kamu berpakaian dan jangan memukul wajahnya dan jangan pula kamu menjelek-jelekkannya dan jangan kamu memisahinya dari tempat tidurnya melainkan (kamu juga tetap tidur) di rumah." (Hadits Shahih, Abu Dawud: 2142 dan Ahmad 4/447)

Oleh karena itu, seorang istri boleh meminta haknya kepada suaminya dalam pemenuhan kebutuhan makan, minum, pakaian dan yang lainnya dan suami pun tidak boleh menolak hak istrinya tersebut dan dia harus membelanjakan hartanya untuk memenuhi hak-hak istri, sebab demikianlah yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Tapi yang menjadi masalah adalah terkadang istri selalu meminta lebih dari apa yang telah diusahakan suaminya berupa nafkah hasil kerja keras suaminya. Memang sebenarnya tidak ada batasan bagi seorang suami dalam memberikan nafkah terhadap istrinya, tentu para suami yang baik akan berharap bahwa ia bisa mencukupi kebutuhan istrinya, sehingga istrinya bisa hidup sejahtera dan tidak kekurangan. Akan tetapi, istri pun harus menyadari bahwa terkadang kerja keras suami tidak banyak membuahkan hasil yang memuaskan. Maka dalam hal ini, istri haruslah mensyukuri nafkah yang telah diberikan oleh suaminya dan berusaha untuk tidak mencela pemberian suaminya. Lebih baik, istri tetap ikhlas dan terus berusaha memotivasi suami agar lebih giat lagi dalam mencari nafkah dan mendo'akan kelapangan rizki bagi keluarganya.

Akhir kalam, semua ini membuahkan sebuah kesimpulan bahwa kebahagiaan pasutri berkenaan dengan nafkah dan kondisi keuangan keluarga ini ada pada kemurahan hati suami dalam memberi dan banyak bersyukurnya istri atas apa yang diberikan oleh suaminya.

Sumber: Mengutip dari Majalah Al-Mawaddah

Jumat, 21 Oktober 2011

Karena Hati Bicara

Lagi dengerin lagu sambil ngerjain Rekap Rencana Pembayaran Mahasiswa, link lagu ke tempatnya bang Yasir ga taunya ada lagu ini. Judulnya Karena Hati Bicara, yang nyanyi ternyata Oki Setiana Dewi & Andy Arsyil ost Dalam Mihrab Cinta. Hmm.. ketinggalan. Filmnya dah lama aku baru tau lagunya. Satu kali dengerin, tak cari lirik lagunya. Cukup menyentuh, apalagi bagi sepasang insan yang belum lama berlabuh di dermaga yang disebut pernikahan.

mengharungi samudera mahligai nan suci
penuh gelombang silih berganti
semua adalah ujian penguat cinta
bila hati bicara


Ibaratnya dua insan yang berlayar dengan sekoci, diombang-ambing gelombang sebagai ujian bagi keduanya, penguat cinta

* terkadang tak perlu terucap kata-kata
untuk selami dalamnya hatimu
susah senangmu jadi bagian hidupku
karena hati bicara


Kebersamaan menyatukan

reff:
tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita
hadirmu di hidupku memberikan berjuta makna
karunia Illahi mempersatukan dua hati
ku rasa yang kau rasa karena hati bicara


Jika hati yang bicara, susah senang dihadapi bersama. Robb.. Engkau berikan dia kepadaku, menjadi kekasihku, menjadi abangku, menjadi sahabatku. Kumencintai dia karena-MU

Senin, 14 Februari 2011

Surat untuk my lovely Mom



Lagi buka catatan di notepad, ketemu catatanku untuk bunda tersayang. Pas bangeud gi kangen ma ibu padahal ahad kemarin baru aja pulkam.

Kukirimkan surat berisi untaian kata berharga untuk perempuan tersayangku, ibu.

Assalamu'alaikum ibuku...
Apa kabarmu sore ini? Masihkah ibu makan-makanan yang bening berkuah, tanpa rasa yang lebih apalagi pedas? Masihkah ibu merasakan nyeri di ulu hati ibu yang disertai rasa mual? Sudah check-up kah, Bu? Gimana kata Dokter tentang kondisi ibu?

Aku sudah terbiasa menahan tangisku agar tidak tumpah di hadapan orang lain. Namun, jangankan kuasa untuk menahan tangisku, menutupi kalau hati ini sungguh terluka pun demikian beratnya, kala dirimu terbaring lemah dengan wajah pucat pasi. Pergelangan nadimu dialiri infus untuk menyokongmu mendapat asupan makanan karena apapun yang masuk ke dalam mulutmu - rasanya belum sampai ke usus halusmu - sudah engkau muntahkan kembali. Akibatnya, badanmu pun jadi terlihat bengkak.Di malam itulah, Ibu, untuk kali pertamanya setelah aku beranjak dewasa tidur bersamamu, di sebelahmu, sambil memelukmu dengan erat.

Perempuan tersayangku, Ibu.

Aku nakal ya waktu kecil. Sering nangis, teriak-teriak. Bahkan sampai bergulingan di tanah ketika kemauanku tidak terpenuhi. Ah... aku sedih mengingatnya, Bu! Sedih karena merasa begitu cengengnya aku kala itu. Sedih ketika sikapku itu memaksamu kehilangan kontrol emosimu sehingga cubitan tanganmu mendarat hebat di pahaku hingga meninggalkan warna biru di sana. Kala itu, aku sedih dan merasa dirimu tidak menyayangiku. Kala ini, betapa baru kusadar, ternyata, dirimu demikian sayang dan cintanya kepadaku.

Ibu..

Entah berapa malam yang telah engkau lewatkan bersama do'a dan curahan hatimu kepada Allah Subhanahu Wata'ala untuk kami anak-anakmu. Dan telah berapa kali dirimu menahan kesabaran untuk kami.

Ibu..! Aku ingat deh. Puasa yang aku rasakan terberat tapi juga paling nikmat di sepanjang usiaku. Saat itu aku masih kuliah tingkat dua. Karena kemarau melanda, sulit bagi bapa untuk mendapatkan penghasilan lain karena sawah sebagai mata pencaharian utama tidak bisa digarap.

Kala itu, hari sudah menjelang petang. Yang ada di meja makan hanya nasi putih saja untuk berbuka puasa. Tapi Alhamdulillah, Allah masih memberi kita nasi putih ya, Bu! Namun, jiwamu - sebagai ibu rumah tangga - tidak rela kalau keluargamu hanya menikmati nasi putih saja untuk buka puasa. Entahlah engkau kemana. Yang pasti kutahu, tidak berapa lama, dirimu kembali sambil menenteng sayuran yang kami sebut "timbul". Segera engkau memasaknya. Bu, bagiku, itulah buka puasa ternikmat dalam sepanjang hidupku.

Bu.. kini engkau bisa melihat anakmu yang sekarang. Insya Allah. Aku akan berusaha untuk menjadi anak sholihah bagi dirimu dan bapak.

Ibu.. demikian kangenya aku saat menulis surat ini. Demikian inginya aku merebahkan kepala penatku ini di pangkuanmu dan engkau mengusap lembut kepalaku. Dan.. betapa ingin kunikmati pepes ikan bandeng buatanmu yang tiada ada duanya.Jempolku yang empat belum cukup untuk melambangkan kelezatannya. Pokoknya aku pulang besok pengen makan pepes itu. tuh, kan! Aku keras kepala lagi. Tenang Bu! Besok bumbunya ibu yang kasih tau ya biar aku yang masaknya. Ibu kan belum lama sembuhnya. Jangan dulu melakukan pekerjaan yang berat-berat ya!!

Ibu.. aku ngantuk nih!! Besok pagi sudah harus kerja lagi. Ibu baik-baik ya di rumah.

Aku sayang Ibu..
Tidur yang nyenyak, ya!!

Jumat, 28 Januari 2011

Si Abang Nyanyi

Abang baru aja selese tadarus, ikut rebahan di samping ade yang lagi dengerin nasyid. Diambilnya hape si ade.
"Laah.. main ambil aja," sungut si ade, manyun. Wah.. tuh pipi bikin si abang geumess nyubit.
"Kaga pake nyubit," tambah si ade demi melihat abang menjulurkan tangannya hendak nyubit.
"He..he..he..," abang malah cengenges.
"Matiin aja nasyid di hapenya. Nih dengerin abang mo nyanyi nasyid buat ade. bagusan ge suara abang," seloroh si abang kepedean. Sontak si ade mencibir. Pret ah..
"Cukup.. cukup.. hentikan suaranya!" si ade teriak. Ditinjunya jidat si ade.
"Belum nyanyi....!"
"Oh.. belom ya? Laah.. belom nyanyi aja dah fals..hi..hi...hi.. " Si ade ngikik jadilah dia dikelitikin ma si abang.
"Udah ngaku aja kalo suara abang merdu napa sih,"
Si ade manggut-manggut, kepaksa karena kupingnya juga dikelitikin si abang. Mana kuat dia.
dengan pasrah dia ngedengerin abangnya nyanyi.

Lagu ini kupersembahkan untuk istriku tercinta. Yang imut, yang manis, yang tembem, yang.. yang... yang apa aja bolllehh.. isi intronya si abang sebelum nyanyi. ade hidungnya kembang-kempis.

Lagu Kasih Kekasih dari in-Team

Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri
Kita saling kasih mengasihi
Dengan setulus hati

Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi

( korus )
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia

Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku... oh kasih
Bersabarlah sayang
Saat indah kan menjelma jua

Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan... oh kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahgia

Semoga cinta kita
Di dalam redha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan

( ulang korus )

Si ade ngambil uang koin lima ratus perak terus dikasih ke si abang.
"Dasar si ade. dikiranya abang ngamen apa," omel si abang
ade cuma ngikik.
"Oke.. serbuan jurus dari kotaro minami,"
Weks..
Si ade kabur.

Kamis, 27 Januari 2011

Pacaran Yuk..


Part 2

Aji Menulis


Seperti biasa, aku menjemputnya pulang kerja. Setengah 5 aku sudah ada di depan kantornya. Hmmm.. ade nih kebiasaan. Bilangnya jam 5, pasti telat. Telat dikit.. abang kata dia. Iya, dikit. dikit lagi jam 5.. he..he..he..

Yayangku nongol. Pake baju pink, rok merah marun, ma kerudung merah marun. Subhanallah.. begitu cantiknya istriku ini. Anggun. Dia mendekatiku dan tersenyum lalu meraih tanganku untuk disalaminya.

"Sebentar kan, Yang?" Tanyanya mengerling
"Apaan.. yg sebentar," Aku manyun aja
Dia mencubit pipiku.
"Deuh.. Abangku. Manyun. Tambah jelek Lho,"
Aku melengos. Seperti biasa ledekan dia
"Ayo, Yang. Pulang."Dia meraih helm
"Maen dolo. Pacaran Yuk, Yang! Kek kata Salim A. Fillah, De!"
Dia mengerutkan alisnya. Sejurus kemudian dia tertawa kecil. Tanpa komentar dia nangkring di sadel belakang.
"Mo kemana?"
"Ada deh," aku menstarter motor lalu membawa bidadariku itu melaju membelah jalan yang cukup ramai.
Muter-muterlah kita.
"Yang, belok kanan Yang,"
Aku membelokkan motorku
"Mo kemana?"
Dia cuma senyum
"Ke tempat indah deh,"
Aku menaikkan alisku, tempat indah? lha bukannya kalo belok kanan tuh
"Stop.. stop..," kata dia
Setelah motor berhenti dia turun
"Tara.. inilah tempat indahnya. Tunggu sini ya. Ade mo belanja. Uang belanjanya mannna?" Dia menadah

Aku garuk-garuk kepala. Indah apaan? Pasar sayuran gini. Ade..ade.. kita pacarannya koq jadi ke pasar yak?

Senin, 24 Januari 2011

My Breakfast From my Hubby

Sebelum bangun dan sholat, sudah agak terasa kepalaku nyut-nyutan. Saat mata dipejamkan, terasa berputar. Untuk itulah setelah sholat shubuh aku langsung merebahkan badanku di karpet. Tambah keliyengan aku. Kudengar abangku sedang mencuci beras dan teflon magic com.

Demi melihatku sedang tertidur, dia mendekatiku, melihat dan menanyakan kondisiku. Dia meraba keningku, terasa hangat katanya. Badanku agak demam. Aku bilang padanya kalau kepalaku sakit. Dia lalu memijat pelan kepalaku dan memberi minyak tawon di sekitar leher dan pundakku.

Tidak lama, ia meninggalkanku. Kudengar dia memecahkan telur dan memasak telur dadar. Hmm.. dia membawakan sarapan dan susu hangat buatku.
"Maem Ya, De. Sama susunya diminum,"
Aku tersenyum. Inilah sarapan yang pertama yang dibuatkan oleh yayangku tercinta. Sebelum berangkat kerja, kutempel pesan
"Sayang, Makasih sarapannya, ya.. Luv U"

Kamis, 20 Januari 2011

Beginikah Rasanya


Part I Ye..

Ipit menulis

Hahay.. mulai hari Jum'at tanggal 3 Desember 2010 kemarin kita mulai ngontrak. Alhamdulillah.. dapat kontrakan yang KSSSSS.. banyak ES nya alias Kontrakan Susah Sangat-sangat Susah Selonjoran ampe binun naruh barang-barangnya. Saking masih ga beresnya tuh kontrakan, malamnya ngungsi lagi ke rumah mertua :toe:

Beginikah menjadi istri yak..?

My Abang terbiasa pagi-pagi minum kopi. Diriku harus nyiapin air panas ba'da shubuh. Kalo kopinya seringnya dia bikin ndiri he..he..he.. Lha, begitu aku yg bikin, kopinya segini De, Gulanya segini, aku ga cukup sampe yg dia bilang langsung dia pesan, airnya ga usah penuh ya.. ooo.. kurang ya takaranku. Maklum biasa bikin susu bukan kopi

OO... jadi seperti ini seorang istri?
Menyiapkan makan untuk maksinya si Abang. Yah..yah.. numpuk benar kerjaanku. Kalo masuk siang benar-benar fokus kerjaan dari pagi ampe siang. Menikmati sebagai ibu rumah tangga yang berkarier. gini neh rasanya.. cape N ngantuks tapi bahagia.. hahay..

Dia menentramkanku

Waktu sakit jadi Alhamdulillah terasa ringan, ada dia di sampingku. Pekerjaan rumah jadi terasa ringan saat dia membantuku sebisa dia. kadang tanpa diminta.

Makasih Ya Abangku...

Senin, 29 November 2010

Barakallah...

~ ” Barokallahu laka wa baroka ’alaika wa jama’a bainakuma fi khoir ”
Semoga Allah memberkahimu, semoga Allah memberkahi atasmu, dan semoga Allah menghimpunkan kalian berdua dalam kebaikan. ~

Semoga Allah Menghimpun Yang Terserak Dari Keduanya Dan Kiranya Allah Memberkati Dan Memberi Mereka Berdua Keturunan Yang Lebih Baik, Menjadikannya Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Hikmah, Serta Pemberi Rasa Aman Bagi Umat.”
(Doa Rasulullah Muhammad Saw Pada Pernikahan Putrinya Fatimah Az-Zahra R A. Dengan Ali Bin Abi Thalib R.A.)

Hmm… Tanggal 28 Nopember 2010 adalah hari pernikahan kami. Perkenankan kami Ya Robb.. menggapai sunah Rosul-Mu yang suci, berharap barokah-Mu menaungi, bersama sakinah-Mu mengiringi, serta Mawaddah dan Warohmah menghiasi. Luruskan niat kami semata mengharap ridho-Mu


Our Wedding

Bookmark and Share

Minggu, 24 Oktober 2010

Episode Haru Biru


Dia datang dengan hati bimbang
Raut wajah yang seperti nelangsa
Menatap sendu, dari balik pagar besi rumah 58
Ketika kudapati dirinya tengah menunggu di luar sana dengan nanar, tidak seperti biasa
Lantas dia masuk, hanya terpaku menatapku..
Tak ada ucapannya, begitupun dariku
Seakan lengang oleh sunyinya malam
Sejurus kemudian dia melepas kantong keresek yang dia bawa ke bangku panjang seraya pamit “Aku sholat Isya” melajukan motornya ke masjid itu.

Masih kudapati dirinya dengan wajah nelangsa selepas sholat, tapi kutau dia berusaha tenang
Sebaris kalimatnya, “Kepada siapa lagi kalau bukan kepada-Nya”
Serta merta kuserahkan kotak itu, aku berdiri terpaku
“Tidak bisa diselesaikan dengan berdiri” Katanya seraya beristighfar
Dia tak bergeming, “Kenapa dikasih ke aku? Kasih saja anak yatim atau orang yang membutuhkan”
Diberikannya lagi kotak itu padaku, begitu seterusnya
sampai ketika aku langsung sodorkan kotak itu padanya kemudian masuk.
Hmm.. padahal hendak mengambil kursi ketika menoleh dia hendak pergi
Mungkin dikiranya aku akan langsung pergi ke lantai 2 setelah menutup pintu
Aku duduk, jauh darinya
“Maafin Abang yah, De”
Aku diam saja
Ketika menoleh, kotak itu ada di bawah
lagi-lagi kuserahkan kotak itu padanya
Dia menghela napasnya kembali dan beristighfar
Tak lama, dia coba buka kotak itu
Tidak ada isinya, katanya
dia mencari-cari
Dan.. tak ditemuinya yang dia maksud
Hanya selembar kertas nota
Dia menoleh.. dan… tersenyum
Makin lama makin mengembang
Dia tertawa
Tawa manis, tawa kelapangan
Tawa terindah selama aku mengenalnya

—( 24 Oktober 2010 )–
 
Efek Blog