Pulang kerja, si abang ngajak ngobrol
Abang : De, uang listriknya 70rb
Ade : Koq
Abang : Iya. Kata si abah gitu. Tadi mo dikasih liat kwitansinya. Abang bilang ga usah. Yang 2 cepe-cepe
Ade : Koq? sama jadinya dunk dengan di Mas Agus. Muahal dunk. Kita ma yang ber 2 bedanya cuma kulkas duank kan ya? ampe cepe
Abang : Manggut-manggut
Ade : Kan cuma setrika, magis com eh magic com. Air juga kita nampung. Pagi ma sore aja nyalain. Kalo 70rb mah mahal. Listrik rumah kan lebih murah daripada kantor
Abang : Iya. Abang berpikir ya ga apa-apa awal kita ngontrak 50rb. Sekarang 70rb.
Ade : Hmm....
Abang : Hmm.. bulan depan pindah
Ade : Hmm... (Sambil merem, ngantuks)
Rabu, 02 Februari 2011
Senin, 31 Januari 2011
Bakwan katuk
Pulang kerja beli daun katuk 2 ikat. Dimasak sayur ternyata 1 ikat aja cukup. Paginya, ngeliat tuh daun katuk pasrah untuk dimasak aku jadi mikir, enaknya dimasak apa ya coz semalam dah disayur. Masak pagi disayur juga. Dilemari ada tepung beras ma tepung terigu tak coba bikin bakwan. Kebetulan ada wortel juga. Ini nih resepnya.
Bakwan katuk
Bahan:
1 ikat daun katuk, bersihkan
2 buah wortel, iris memanjang
100 gr Tepung terigu
50 gr Tepung beras
6 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabe
Kemiri secukupnya
Jahe dan kunyit secukupnya (aku pake sedikit jahe dan setengah ruas kunyit)
Lada dan ketumbar secukupnya (beberapa butir aja)
Daun bawang + seledri, iris kecil
Air
Garam
Minyak goreng
Cara membuat:
Campurkan tepung terigu dengan tepung beras.
Haluskan semua bumbu, lalu masukkan ke campuran tepung
Campurkan air sedikit demi sedikit
Masukkan katuk, wortel, daun bawang dan seledri aduk hingga bercampur rata
Goreng dengan minyak menutupi adonan hingga garing
Angkat dan tiriskan
Bakwan katuk
Bahan:
1 ikat daun katuk, bersihkan
2 buah wortel, iris memanjang
100 gr Tepung terigu
50 gr Tepung beras
6 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabe
Kemiri secukupnya
Jahe dan kunyit secukupnya (aku pake sedikit jahe dan setengah ruas kunyit)
Lada dan ketumbar secukupnya (beberapa butir aja)
Daun bawang + seledri, iris kecil
Air
Garam
Minyak goreng
Cara membuat:
Campurkan tepung terigu dengan tepung beras.
Haluskan semua bumbu, lalu masukkan ke campuran tepung
Campurkan air sedikit demi sedikit
Masukkan katuk, wortel, daun bawang dan seledri aduk hingga bercampur rata
Goreng dengan minyak menutupi adonan hingga garing
Angkat dan tiriskan
Label:
Masak Yuuk..
Jumat, 28 Januari 2011
Kala jodoh Menggoda
Tulisan ini diposting oleh Mba Lussy di Milist FLP diambil dari kumpulan kultwitnya Salim A. Fillah
--------------------------------------------------------------------------------
Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya.
Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya.
Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa. Tapi BAGAIMANA Allah memberikannya, diulurkan lembut & mesra, atau dilempar penuh murka? Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk dianugerahi rizqi & jodoh dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah & makna. Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak diambil-ambil, ya di tangan Allah terus ;P Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatlan keduanya.
Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan. Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah isteri Fir'aun bukanlah suaminya. Maryam ibunda 'Isa pun kelak bertemu jodohnya. Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil, sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi padaNya
Di QS An Nuur: 26; diri ialah cermin bagi jodoh hati. Yang baik-baik jadilah jodoh yang suci-suci. Yang nista-nista jumpalah yang keji-keji. Tentu makna ayat itu adalah peringatan & kerangka ikhtiyar: cara menjemput jodoh terbaik adalah dengan membaikkan diri di tiap bilang hari. Yang menjemput pasangan dengan menggoda matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak tahan atas jebak kejelitaan lain.
Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik. Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana. Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah & ridhaNya. Rumus keberpasangan tak selalu sama;
(1) ada dua arus sungai yang bertemu, bergabung mengalir jadi satu. Itu namanya KESAMAAN. Rumus keberpasangan ke
(2), ada jua panas menggelegak bertemu dingin membekukan; menjadi hangat yang syahdu. Itu KESEIMBANGAN. Rumus keberpasangan ke
(3), adalah lautan yang teduh nan berjumpa angin berderu; menjadi badai yang dahsyat. Itu PERPADUAN. Berharap akan sosok boleh saja; tapi jika Allah pilihkan yang lebih baik, lebih kaya, lebih rupawan darinya dampingi kita, jangan menolak
Nabi anjurkan nazhar; melihat calon pasangan sebelum nikah. Tentu untuk temukan hal nan menarik, bukan cacat-cela. Tajamkan mata batin kita. Dalam hidup bersama di ikatan suci nan kita ikrarkan bersama 'jodoh' kita, hijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja, kalimat amal. Di titian hari-hari setelah akad suci; hijrahkan rasa dari jatuh cinta menjadi bangun cinta; pastikan jadi megah istana, tinggi gapai surga. Isteri & suami sejatinya tak saling memiliki. Kita hanya saling dititipi. Maka salinglah menjaga dalam menggenapkan agama, mentaatiNya...
"Tidak Semua Orang Bisa Membuat KEBIJAKAN, tapi Setiap Orang Bisa Berbuat
KEBAJIKAN"
From: kultwit @salimafillah
--------------------------------------------------------------------------------
Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya.
Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya.
Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa. Tapi BAGAIMANA Allah memberikannya, diulurkan lembut & mesra, atau dilempar penuh murka? Maka layakkanlah diri di hadapanNya untuk dianugerahi rizqi & jodoh dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah & makna. Rizqi & jodoh di tangan Allah. Tapi jika tak diambil-ambil, ya di tangan Allah terus ;P Ikhtiyar suci & doa menghiba mendekatlan keduanya.
Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan. Jodoh Nuh & Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah isteri Fir'aun bukanlah suaminya. Maryam ibunda 'Isa pun kelak bertemu jodohnya. Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil, sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi padaNya
Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik. Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana. Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumahtangga, sabar-syukur dalam barakah & ridhaNya. Rumus keberpasangan tak selalu sama;
(1) ada dua arus sungai yang bertemu, bergabung mengalir jadi satu. Itu namanya KESAMAAN. Rumus keberpasangan ke
(2), ada jua panas menggelegak bertemu dingin membekukan; menjadi hangat yang syahdu. Itu KESEIMBANGAN. Rumus keberpasangan ke
(3), adalah lautan yang teduh nan berjumpa angin berderu; menjadi badai yang dahsyat. Itu PERPADUAN. Berharap akan sosok boleh saja; tapi jika Allah pilihkan yang lebih baik, lebih kaya, lebih rupawan darinya dampingi kita, jangan menolak
Nabi anjurkan nazhar; melihat calon pasangan sebelum nikah. Tentu untuk temukan hal nan menarik, bukan cacat-cela. Tajamkan mata batin kita. Dalam hidup bersama di ikatan suci nan kita ikrarkan bersama 'jodoh' kita, hijrahkan cinta dari kata benda menjadi kata kerja, kalimat amal. Di titian hari-hari setelah akad suci; hijrahkan rasa dari jatuh cinta menjadi bangun cinta; pastikan jadi megah istana, tinggi gapai surga. Isteri & suami sejatinya tak saling memiliki. Kita hanya saling dititipi. Maka salinglah menjaga dalam menggenapkan agama, mentaatiNya...
"Tidak Semua Orang Bisa Membuat KEBIJAKAN, tapi Setiap Orang Bisa Berbuat
KEBAJIKAN"
From: kultwit @salimafillah
Label:
Artikel
Di balik Resep : Ayam Kremes
Pulang kerja ngajak My hubby ke pasar Kranji Baru. Beli ayam setengah 12 rebu. gak pake kepala sama aja harganya. koq bisa? mnta diganti pake ceker 2 eh.. si mbanya ngomel-ngomel. Lha kalo terusnya emang diganti 1 kenapa mesti ngomel sih mba? wong aku kalo beli di pasar kaget Mangga perum 1 aja kalo beli ga pake kepala ya di korting harganya. Kalopun ga ditukar ceker. Lha ini udah si mbanya jualannya di ujung demi melihat ayam-ayamnya koq ga segar gitu makanya beli ke si mbanya. Malah penjualnya bikin ga nyaman. Yasud, sebagai pengalaman.
Aku gugling aja nih ayam mo dibikin apa. Akhirnya aku ketemu resep ayam kremes yang kebetulan bahan-bahannya aku punya sama masak wortel+kentang di sayur bening aja. gi pengen maem yang adem-adem. Belum selese ngerebus sayur, bet, gasnya habis. Minta tolong si abang beli. Mana motor dah dimasukin, akhirnya suamiku tercinta ngegusur motor lagi buat beli gas. Seperti biasa sebelum di pasang ntuh gas di rendam air dulu. Masya Allah, blebek-blebek dia. Gasnya kecium ampe dalam. Dituker lagi lah ma abang. Hmm.. aku mendesah. Mana dah jam 8 malam. Perut dah nyanyi. Mata kiyep-kiyep.
Masakku baru aku lanjutin lagi jam setengah 9. Ngegoreng ayamnya. Tak cobain, uenak.. Muantap rasanya. Gak kalah ma ayam goreng yg dijual mah lewat. Pas ngikutin petunjuk yg kremesnya. Lho kog ga mateng-mateng. Malah jadi lengket dan kenyal. Wealah.. aku kebanyakan tepung berasnya. Ampe ngantuk belon kelar juga. Mo ga dilanjutin sayang. Ah lanjutin aja deh. Setengah 10 baru selese dan serbuuu.... dah terlanjur ngiris jahe tak rebus sama gula merah. Minum anget-anget habis hujan tambah maknyuss..
Hmm... masih belon sukses bikin kremesnya. Biarin lah.. pemula. ayamnya sukses koq. mungkin kurang dikit lagi ngerebusnya. dah dingin agak alot. gimana ya supaya kalopun dah dingin dia tetap empuk?
Aku gugling aja nih ayam mo dibikin apa. Akhirnya aku ketemu resep ayam kremes yang kebetulan bahan-bahannya aku punya sama masak wortel+kentang di sayur bening aja. gi pengen maem yang adem-adem. Belum selese ngerebus sayur, bet, gasnya habis. Minta tolong si abang beli. Mana motor dah dimasukin, akhirnya suamiku tercinta ngegusur motor lagi buat beli gas. Seperti biasa sebelum di pasang ntuh gas di rendam air dulu. Masya Allah, blebek-blebek dia. Gasnya kecium ampe dalam. Dituker lagi lah ma abang. Hmm.. aku mendesah. Mana dah jam 8 malam. Perut dah nyanyi. Mata kiyep-kiyep.
Masakku baru aku lanjutin lagi jam setengah 9. Ngegoreng ayamnya. Tak cobain, uenak.. Muantap rasanya. Gak kalah ma ayam goreng yg dijual mah lewat. Pas ngikutin petunjuk yg kremesnya. Lho kog ga mateng-mateng. Malah jadi lengket dan kenyal. Wealah.. aku kebanyakan tepung berasnya. Ampe ngantuk belon kelar juga. Mo ga dilanjutin sayang. Ah lanjutin aja deh. Setengah 10 baru selese dan serbuuu.... dah terlanjur ngiris jahe tak rebus sama gula merah. Minum anget-anget habis hujan tambah maknyuss..
Hmm... masih belon sukses bikin kremesnya. Biarin lah.. pemula. ayamnya sukses koq. mungkin kurang dikit lagi ngerebusnya. dah dingin agak alot. gimana ya supaya kalopun dah dingin dia tetap empuk?
Label:
Masak Yuuk..
Si Abang Nyanyi
Abang baru aja selese tadarus, ikut rebahan di samping ade yang lagi dengerin nasyid. Diambilnya hape si ade.
"Laah.. main ambil aja," sungut si ade, manyun. Wah.. tuh pipi bikin si abang geumess nyubit.
"Kaga pake nyubit," tambah si ade demi melihat abang menjulurkan tangannya hendak nyubit.
"He..he..he..," abang malah cengenges.
"Matiin aja nasyid di hapenya. Nih dengerin abang mo nyanyi nasyid buat ade. bagusan ge suara abang," seloroh si abang kepedean. Sontak si ade mencibir. Pret ah..
"Cukup.. cukup.. hentikan suaranya!" si ade teriak. Ditinjunya jidat si ade.
"Belum nyanyi....!"
"Oh.. belom ya? Laah.. belom nyanyi aja dah fals..hi..hi...hi.. " Si ade ngikik jadilah dia dikelitikin ma si abang.
"Udah ngaku aja kalo suara abang merdu napa sih,"
Si ade manggut-manggut, kepaksa karena kupingnya juga dikelitikin si abang. Mana kuat dia.
dengan pasrah dia ngedengerin abangnya nyanyi.
Lagu ini kupersembahkan untuk istriku tercinta. Yang imut, yang manis, yang tembem, yang.. yang... yang apa aja bolllehh.. isi intronya si abang sebelum nyanyi. ade hidungnya kembang-kempis.
Lagu Kasih Kekasih dari in-Team
Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri
Kita saling kasih mengasihi
Dengan setulus hati
Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi
( korus )
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia
Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku... oh kasih
Bersabarlah sayang
Saat indah kan menjelma jua
Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan... oh kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahgia
Semoga cinta kita
Di dalam redha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan
( ulang korus )
Si ade ngambil uang koin lima ratus perak terus dikasih ke si abang.
"Dasar si ade. dikiranya abang ngamen apa," omel si abang
ade cuma ngikik.
"Oke.. serbuan jurus dari kotaro minami,"
Weks..
Si ade kabur.
"Laah.. main ambil aja," sungut si ade, manyun. Wah.. tuh pipi bikin si abang geumess nyubit.
"Kaga pake nyubit," tambah si ade demi melihat abang menjulurkan tangannya hendak nyubit.
"He..he..he..," abang malah cengenges.
"Matiin aja nasyid di hapenya. Nih dengerin abang mo nyanyi nasyid buat ade. bagusan ge suara abang," seloroh si abang kepedean. Sontak si ade mencibir. Pret ah..
"Cukup.. cukup.. hentikan suaranya!" si ade teriak. Ditinjunya jidat si ade.
"Belum nyanyi....!"
"Oh.. belom ya? Laah.. belom nyanyi aja dah fals..hi..hi...hi.. " Si ade ngikik jadilah dia dikelitikin ma si abang.
"Udah ngaku aja kalo suara abang merdu napa sih,"
Si ade manggut-manggut, kepaksa karena kupingnya juga dikelitikin si abang. Mana kuat dia.
dengan pasrah dia ngedengerin abangnya nyanyi.
Lagu ini kupersembahkan untuk istriku tercinta. Yang imut, yang manis, yang tembem, yang.. yang... yang apa aja bolllehh.. isi intronya si abang sebelum nyanyi. ade hidungnya kembang-kempis.
Lagu Kasih Kekasih dari in-Team
Tak perlu aku ragui
Sucinya cinta yang kau beri
Kita saling kasih mengasihi
Dengan setulus hati
Ayah ibu merestui
Menyarung cincin di jari
Dengan rahmat dari Ilahi
Cinta kita pun bersemi
( korus )
Sebelum diijabkabulkan
Syariat tetap membataskan
Pelajari ilmu rumahtangga
Agar kita lebih bersedia
Menuju hari yang bahgia
Kau tahu ku merinduimu
Ku tahu kau menyintaiku... oh kasih
Bersabarlah sayang
Saat indah kan menjelma jua
Kita akan disatukan
Dengan ikatan pernikahan... oh kasih
Di sana kita bina
Tugu cinta mahligai bahgia
Semoga cinta kita
Di dalam redha Ilahi
Berdoalah selalu
Moga jodoh berpanjangan
( ulang korus )
Si ade ngambil uang koin lima ratus perak terus dikasih ke si abang.
"Dasar si ade. dikiranya abang ngamen apa," omel si abang
ade cuma ngikik.
"Oke.. serbuan jurus dari kotaro minami,"
Weks..
Si ade kabur.
Label:
Love Jouney
Kamis, 27 Januari 2011
Pacaran Yuk..
Part 2
Aji Menulis
Seperti biasa, aku menjemputnya pulang kerja. Setengah 5 aku sudah ada di depan kantornya. Hmmm.. ade nih kebiasaan. Bilangnya jam 5, pasti telat. Telat dikit.. abang kata dia. Iya, dikit. dikit lagi jam 5.. he..he..he..
Yayangku nongol. Pake baju pink, rok merah marun, ma kerudung merah marun. Subhanallah.. begitu cantiknya istriku ini. Anggun. Dia mendekatiku dan tersenyum lalu meraih tanganku untuk disalaminya.
"Sebentar kan, Yang?" Tanyanya mengerling
"Apaan.. yg sebentar," Aku manyun aja
Dia mencubit pipiku.
"Deuh.. Abangku. Manyun. Tambah jelek Lho,"
Aku melengos. Seperti biasa ledekan dia
"Ayo, Yang. Pulang."Dia meraih helm
"Maen dolo. Pacaran Yuk, Yang! Kek kata Salim A. Fillah, De!"
Dia mengerutkan alisnya. Sejurus kemudian dia tertawa kecil. Tanpa komentar dia nangkring di sadel belakang.
"Mo kemana?"
"Ada deh," aku menstarter motor lalu membawa bidadariku itu melaju membelah jalan yang cukup ramai.
Muter-muterlah kita.
"Yang, belok kanan Yang,"
Aku membelokkan motorku
"Mo kemana?"
Dia cuma senyum
"Ke tempat indah deh,"
Aku menaikkan alisku, tempat indah? lha bukannya kalo belok kanan tuh
"Stop.. stop..," kata dia
Setelah motor berhenti dia turun
"Tara.. inilah tempat indahnya. Tunggu sini ya. Ade mo belanja. Uang belanjanya mannna?" Dia menadah
Aku garuk-garuk kepala. Indah apaan? Pasar sayuran gini. Ade..ade.. kita pacarannya koq jadi ke pasar yak?
Label:
Love Jouney
Senin, 24 Januari 2011
My Breakfast From my Hubby
Sebelum bangun dan sholat, sudah agak terasa kepalaku nyut-nyutan. Saat mata dipejamkan, terasa berputar. Untuk itulah setelah sholat shubuh aku langsung merebahkan badanku di karpet. Tambah keliyengan aku. Kudengar abangku sedang mencuci beras dan teflon magic com.
Demi melihatku sedang tertidur, dia mendekatiku, melihat dan menanyakan kondisiku. Dia meraba keningku, terasa hangat katanya. Badanku agak demam. Aku bilang padanya kalau kepalaku sakit. Dia lalu memijat pelan kepalaku dan memberi minyak tawon di sekitar leher dan pundakku.
Tidak lama, ia meninggalkanku. Kudengar dia memecahkan telur dan memasak telur dadar. Hmm.. dia membawakan sarapan dan susu hangat buatku.
"Maem Ya, De. Sama susunya diminum,"
Aku tersenyum. Inilah sarapan yang pertama yang dibuatkan oleh yayangku tercinta. Sebelum berangkat kerja, kutempel pesan
"Sayang, Makasih sarapannya, ya.. Luv U"
Demi melihatku sedang tertidur, dia mendekatiku, melihat dan menanyakan kondisiku. Dia meraba keningku, terasa hangat katanya. Badanku agak demam. Aku bilang padanya kalau kepalaku sakit. Dia lalu memijat pelan kepalaku dan memberi minyak tawon di sekitar leher dan pundakku.
Tidak lama, ia meninggalkanku. Kudengar dia memecahkan telur dan memasak telur dadar. Hmm.. dia membawakan sarapan dan susu hangat buatku.
"Maem Ya, De. Sama susunya diminum,"
Aku tersenyum. Inilah sarapan yang pertama yang dibuatkan oleh yayangku tercinta. Sebelum berangkat kerja, kutempel pesan
"Sayang, Makasih sarapannya, ya.. Luv U"
Label:
Love Jouney
